Laporkan Masalah

Pengaruh Bimbingan dan Konseling Terhadap Kecemasan Remaja Putri Dalam Menghadapi Pubertas

MEIKA NITA W, Diah Wulandari, M.Keb.;Drs. Zulaela Dipl., Med. Stats., M.Si.

2017 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Pertumbuhan fisik saat seksual pubertas mengakibatkan terjadinya kegoncangan emosi, kecemasan, dan kekhawatiran pada remaja. Sekitar satu juta remaja pria (5%) dan dua ratus ribu remaja wanita (1%) secara terbuka menyatakan pernah melakukan seks bebas, sebanyak 8% pria umur 15-24 tahun menggunakan narkoba, kasus HIV/AIDS dari 6.987 penderita AIDS, 3,02% adalah usia 15-19 tahun dan 54,77% adalah usia 20-29 tahun. Hal ini terjadi salah satunya karena keterbatasan kemampuan kognitif untuk memahami segala perubahan pada kondisi fisik dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bimbingan dan konseling terhadap kecemasan remaja putri dalam menghadapi pubertas. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen pretest-posttest with control grup design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP N 3 Sentolo. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling (Probability Samples) yaitu pengambilan sampel secara cluster sampling dengan jumlah sampel 34 responden. Analisa data menggunakan uji T-tes.Variabel independent adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependent adalah kecemasan remaja. Penelitian dilakukan pada Februari 2017 di SMP N 3 Sentolo. Hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukan rata-rata tingkat kecemasan dengan nilai pretest 250,53±29,146, posttest 198,35±36,826, t 10,093, p 0,000 dan selisih pretest-posttest 52,176±30,145. Sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan rata-rata kecemasan dengan nilai pretest 250,88±25,883, posttest 232,68±34,982, t 3,647, p 0,001 dan selisih nilai pretest-posttest 18,206±29,108. Pemberian pendidikan kesehatan melalui bimbingan dan konseling lebih berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan pada siswa putri dalam menghadapi pubertas di SMP N 3 Sentolo.

Physical growth when sexual puberty lead to emotional shock and anxiety in adolescents. It is about one million young men (5%) and 2 hundred thousand young women (1%) stated openly that they ever had sexual intercourse, 8% of men aged 15-24 years old are using drugs, the case of HIV/AIDS from 6.987 AIDS suffer, 3.02% aged 15-19 years old and 54,77% aged 20-29 years old. This is because a limited cognitive ability to understand all the changes on the physical and environmental conditions. This research aim is to determine guidance and counseling effect for young women anxiety in facing puberty. This research design use quasi experiment pretest-posttest with control group design. Research population is all of the SMP N 3 Sentolo student. This sample taking technique use Random Sampling (Probability Samples); a sample taking by cluster sampling with total of 34 respondents. This research use quantitative methods and data were analyzed using T-test. Independent variable is health education and dependent variable is youth anxiety. Research had done in February 2017 at SMP N 3 Sentolo. The result in intervention group showed an average level of anxiety with a pretest value of 250.53± 29.146, 198.35± 36.826 in posttest, t 10,093, p_value 0,000 and the difference between pretest-posttest 52.176 ± 30.144. While the control group showed an average of anxiety with a pretest value of 250.88 ± 25.883, 232.678 ± 34.982 in posttest,t 3,647, p_value 0,001 and the difference between the pretest-posttest value is 18.206 ± 29.108. It means that health education by guidance and counseling give more effect in lowering levels of anxiety for female students in SMP N 3 Sentolo to face puberty.

Kata Kunci : Bimbingan dan Konseling, Kecemasan, Pubertas

  1. D4-2017-332217-abstract.pdf  
  2. D4-2017-332217-bibliography.pdf  
  3. D4-2017-332217-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2017-332217-title.pdf