Laporkan Masalah

Kajian Eksistensialisme Jean Paul Sartre pada Cosplayer Japanese Pop Culture

ELYSIA INTAN PERMATASARI , Robi Wibowo, S.S., M.A

2017 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANG

Skripsi ini merupakan penelitian kasus terhadap lima orang informan cosplayer Japanese Pop Culture. Sebagaimana umumnya diketahui bahwa cosplayer memiliki aktivitas yang secara umum hanya dipahami sebagai sebatas hobi. Namun, seiring dengan perkembangannya, tujuan cosplayer menjadi beraneka ragam. Ada yang sekadar hobi, dan ada pula yang sudah menjadikannya sebagai ajang kreativitas, jati diri, bahkan pekerjaan utama yang berorientasikan ekonomi. Dengan fakta-fakta tersebut, maka kesadaran-kesadaran cosplayer dalam memutuskan untuk memilih tujuan-tujuan tersebut menarik untuk dikaji. Kesadaran dan tujuan inilah yang dalam penelitian ini dimaksud dengan eksistensi cosplayer. Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran filsafat eksistensialisme menurut Sartre. Eksistensialisme menyebutkan adanya hal-hal pokok yang mendasari eksistensi manusia. Berdasarkan eksistensialisme Sartre, maka dirumuskan tiga permasalahan dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana cosplayer menyadari kebebasannya, apa saja faktisitas yang mengitarinya, serta bagaimana cosplayer menyadari tanggung jawabnya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (depth interview). Selain itu, ditampilkan juga fakta-fakta dalam penggalian tersebut, seperti yang ada di internet baik dari dalam maupun luar negeri. Fakta-fakta yang dihasilkan selanjutnya diklasifikasikan sehingga menghasilkan data yang dapat dikelompokkan sesuai dengan tiga konsep pada rumusan masalah di atas. Ketiga kelompok tersebut kemudian direlasikan sedemikian rupa sehingga dapat diambil kesimpulan. Dari hasil analisis, dapat diketahui hal-hal sebagai berikut. Pertama, secara umum para cosplayer telah menyadari kebebasannya bahwa sebagai seorang manusia (subyek) berhak untuk mendapatkan kebebasan atas pilihan-pilihannya. Kedua, walaupun para cosplayer sadar atas kebebasan mereka untuk menentukan pilihan-pilihannya, namun di sisi yang lain mereka juga menyadari ketidakmungkinan untuk menjalankan semua hal secara bebas. Dalam hal ini cosplayer menyadari penuh atas batasan-batasan kebebasan (faktisitas) yang ada. Ketiga, derajat kesadaran atas kebebasan dari para cosplay tersebut menentukan seberapa tanggung jawab yang mereka sadari.

This research paper focuses to analyze existentialism within cosplayers of Japanese Pop Culture. In the beginning, cosplayers regarded cosplay as a hobby. However, in line with its development, the purpose of cosplayers become more diverse than before. Some cosplayers regard cosplay as a hobby, and some are already use it as a media for their creativity, identity, and even use it as their main job. With these facts, it is interesting to study cosplayers�s consciousness in deciding their choice. In this research, consciousness and purpose are understood as the existence of cosplayers. This research uses a framework by Sartre's existentialism philosophy. Existentialism cites things underlying human existence. Based on Sartre's existentialism, three problems have been formulated in this research, which are: the way cosplayers realize their freedom, facticity surrounding the cosplayers, as well as cosplayers awareness of their responsibility. Method used in this research is in-depth interviews. In addition, writer also present other facts which gathered from internet, either on domestic or overseas facts. After being gathered, the facts are classified to produce data that can be grouped according to the three concepts in the formulation of the problem above. After that, these three groups being analyzed so that it can be concluded. From the analysis, the writer finds three results. First, cosplayers have realized that as a human (subject) has the right on their freedom of choosing their own choices. Second, although the cosplayers aware of their freedom to choose their choices, on the other hand they are also aware of the impossibility to carry out all the things freely. In this case cosplayers fully realize the restrictions of freedom (facticity) that exist. Third, the degree of awareness of the freedom of the cosplay determines how responsibilities they realize.

Kata Kunci : cosplayer, kesadaran, faktisitas, tanggung jawab, eksistensialisme, consiousness, facticity, responsibilities, existentialism

  1. S1-2017-328996-abstract.pdf  
  2. S1-2017-328996-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-328996-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-328996-title.pdf