Peran Pemuda Dalam Pelestarian Kesenian Ketoprak Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Budaya Daerah
DHIAN KARTIKAWATI, Dr. Iva Ariani; Dr Rr Paramitha Dyah Fitriasari, M, Hum
2017 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalKesenian ketoprak merupakan salah satu kesenian tradisional yang masih dapat dijumpai di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan kesenian terus dilakukan guna menjaga kelestarian kesenian ketoprak mengingat antusias masyarakat, khususnya kalangan pemuda terhadap kesenian ketoprak semakin berkurang. Guna lestarinya kesenian ketoprak di wilayah Kabupaten Bantul, anggota FKKB (Forum Komunikasi Ketoprak Bantul) perlu dibina sehingga timbul kesadaran untuk melestarikan kesenian ketoprak. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui peran penting pemuda FKKB dalam pelestarian kesenian ketoprak, serta implikasinya terhadap ketahanan budaya daerah. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel informan dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, kepustakaan, dan media internet. Metode analisis data oleh beberapa tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemuda FKKB berperan cukup baik dalam pelestarian kesenian ketoprak di wilayah Kabupaten Bantul. Peran pemuda FKKB terdorong oleh beberapa faktor, yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Proses regenerasi terhadap pemuda sebagai pewaris kesenian berjalan dengan cukup baik. Upaya pelestarian masih terus dilakukan dengan keterlibatan pemuda FKKB dalam kegiatan seperti workshop, festival, disertai beberapa inovasi dan penyebaran informasi. Upaya tersebut belum berjalan maksimal mengingat beberapa kendala yang dihadapi meskipun dalam skala kecil. Peran pemuda dalam pelestarian terhadap kesenian ketoprak berdampak pada terciptanya ketahanan budaya daerah, yaitu penguatan nilai-nilai kultural dalam memperkokoh ketahanan budaya daerah, menumbuhkan kesadaran, dan minat pemuda terhadap kesenian ketoprak, serta meningkatkan rasa percaya diri, dan kebanggan terhadap budaya yang dimiliki.
Ketoprak is one of the Javanese traditional dramas that can still be found in Bantul, Yogyakarta Special Region. The effort of preserving the traditional drama continues to be done since the public enthusiasm of Ketoprak, especially the youths, decreased.In order to preserve Ketoprak in Bantul regency, the member of Forum Komunikasi Ketoprak Bantul (FKKB) or Ketoprak Communication Forum of Bantul is need to be encouraged so they have higher awareness. The aim of this research is to find out the important role of youth in the preserving Ketoprak and its implications toward local cultural resilience. The study was conducted using descriptive qualitative method. The sampling was done by purposive sampling. The data were collected through several stages of observation, interviews, documentation, library and internet media analysis. The data then analyzed through some stages; they are data reduction, data presentation, and conclusions. As the result, the study showed that the youths of FKKB played an important role in preserving the Ketoprak traditional drama in Bantul regency. The role of FKKB youth is influenced by 2 factors; internal and external factor. The regeneration process had done well. The effort of preserving is still continuing by involving the FKKB youth in the activities such as workshops, festivals, other innovations and promoting information. The efforts could not run optimally yet because of some obstacles. The role of youth in the preservation of Ketoprak gave some implications toward the local cultural resilience. They are the strengthening of cultural values which support the local cultural resilience, the increase of youth awareness and interest toward Ketoprak and the increase of self-confidence and pride about their culture.
Kata Kunci : Peran Pemuda, Kesenian Ketoprak, Ketahanan Budaya Daerah