Laporkan Masalah

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI JEPANG SEBAGAI CITY BRANDING; STUDI KASUS: GIRLS UND PANZER DI OOARAI

RIESTI WIDYA VIANISA, Drs. Usmar Salam, M.I.S.

2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Ooarai merupakan salah satu distrik yang terkena dampak Gempa/Tsunami Tohoku pada Maret 2011. Tidak seperti area lain yang juga terkena Tsunami, Ooarai tidak mengalami kerusakan infrastruktur yang parah, tetapi mengalami permasalahan lainnya, yaitu industri pariwisata dan perikanan yang selama ini merupakan mata pencaharian utama anjlok. Ooarai terkenal dengan industry pariwisata dan perikanan, yang menarik sekitar tiga juta jiwa pengunjung ke Ooarai dalam satu tahun. Penurunan dalam industri perikanannya terjadi karena adanya dugaan pencemaran Fukushima daiichi, sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang berada di dekat Ooarai. Selain itu, terdapat pula rumor tidak menguntungkan bahwa ikan-ikan di Ooarai telah terkontaminasi. Sama halnya dengan industri perikanan, industri pariwisata di Ooarai juga tidak kunjung membaik. Hal ini terjadi karena pariwisata di Ooarai secara garis besar berkaitan dengan laut, seperti mengunjungi pantai-pantai populer di Ooarai atau wisata kuliner seafood Ooarai yang terkenal. Tidak lama setelah Tsunami tahun 2011, warga Jepang menunjukkan kecenderungan untuk tidak keluar dan mengunjungi tempat-tempat wisata. Hal ini merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan bagi pemerintah Jepang, terutama Tourism Agency, karena kecenderungan ini bertolak belakang dengan kebijakan yang berusaha untuk mereka sukseskan, seperti Visit Japan dan peningkatan Inbound tourism di Jepang. Pada saat terjadi depresi penurunan wisata, datanglah sebuah proposal untuk membuat anime yang memakai Ooarai sebagai kota model untuk background anime, berjudul Girls und Panzer. Mayor dan kounsil kota setuju, dan suksesnya Girls und Panzer membawa kesejahteraan ke Ooarai, menambahkan dirinya sendiri ke Ooarai sebagai salah satu atraksi ikonis, membawakan term wisata anime ke kota pelabuhan kecil ini.

Ooarai was one of the district that was hit by the Tohoku Earthquake during March 2011. Unlike other areas that are hit by Tsunami, it doesn't suffer massive blows for its infrastructure, but they are facing another problem. Their industries are falling. Ooarai is well-known for their fishery industry and their tourism industry, that brought roughly 3 million visitors to Ooarai a year. Their falling fishery industry is due to the Fukushima daiichi, a nuclear plant's accident leaks, and the bad rumors circulating around that the fishes are contaminated. Ooarai's Tourism is not faring any better. This is because the tourism in Ooarai is mostly related to the sea, such as visiting their popular beaches or culinary tourism on Ooarai's famed seafood. Shortly post 2011 Tsunami, Japanese citizens are shown to have tendency not to going outside to visit tourist spots. This is a major concern to the Japanese Government especially the Tourism Agency, since it is the opposite from the policy they are trying to success, Visit Japan and the rising of Inbound Tourism in Japan. During the tourism and depression however, came a proposal to make anime featuring Ooarai as model city, its title is Girls und Panzer. The city major and councils agreed, and Girls und Panzer soon brings prosperity to Ooarai, adding itself to Ooarai as one of its iconic attraction, bringing the term Anime Tourism to the small port city.

Kata Kunci : Japan, Ooarai, Policy, Tourism, City branding, Rebuilding, Anime

  1. S1-2017-282521-abstract.pdf  
  2. S1-2017-282521-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-282521-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-282521-title.pdf