SUBSIDI SILANG MODALITAS RAUDAL TANJUNG BANUA DALAM ARENA SASTRA INDONESIA
IMAN ROMAN SHAH, Dr. Aprinus Salam, M.Hum
2017 | Tesis | S2 Ilmu SastraINTISARI Penelitian ini berjudul Subsidi Silang Modalitas Raudal Tanjung Banua dalam Arena Sastra Indonesia. Penelitian ini mengkaji tentang perjalanan Raudal Tanjung Banua dalam memperoleh modal simbolis. Pergerakan Raudal Tanjung Banua ditandai dengan mendirikan komunitas Rumah Lebah Yogyakarta, yaitu komunitas yang lahir dari semangat perlawanan para aktivis yang menentang kediktatoran rezim Orde Baru. Berbagai strategi dan pengerahan modal digunakan Raudal Tanjung Banua untuk mendapatkan posisi di dalam arena pergulatan sastra. Dengan menggunakan teori arena produksi kultural Pierre Bourdieu, penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan jawaban atas berbagai permasalahan seperti: Pertama, struktur arena sastra Indonesia yang melatarbelakangi pergerakan Raudal Tanjung Banua. Kedua, berbagai strategi yang digunakan Raudal Tanjung Banua dalam mengelola modal untuk mendapatkan posisi dan modal simbolik dalam sastra Indonesia. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa arena sastra Indonesia merupakan arena yang bergerak dinamis seiring perubahan sosial yang terjadi pasca peristwa reformasi 1998. Keterbukaan yang terjadi pada masa ini memberikan ruang bagi para agen untuk terlibat di dalam arena sastra. Melalui berbagai strategi dan pengerahan modal, Raudal Tanjung Banua mencoba mendapatkan legitimasi simbolik di dalam arena sastra Indonesia. Mendirikan penerbitan AKAR, Jurnal Rumah Lebah, dan Jurnal Cerpen, sebagai setrategi Raudal Tanjung Banua untuk mengelola modal sosial dan modal budayanya, sehingga terjadi pertukaran modal. Melalui subsidi silang modal tersebut Raudal Tanjung Banua mendapatkan posisi di dalam arena sastra Indonesia. Kata Kunci: Raudal Tanjung Banua, Arena Sastra, Strategi, Modal, Trejektori
ABSTRAK The title of this research is Cross Subsidy of Modalities Raudal Tanjung Banua in Indonesian Literature Field. This research reviews about the journey of Raudal Tanjung Banua to conduct symbolic capital. The moving of Raudal Tanjung Banua pointed with builds Rumah Lebah Community Yogyakarta, namely community were born from heroic activist against New Order Regim. Various strategies and deployment of capital are used by Raudal Tanjung Banua to get a position in the field of literature. By using the theory of Pierre Bourdieu field of cultural production, this research is intended to find the answer of many problems such as: First, the structure of the Indonesian literary field that underlying the emergence of Raudal Tanjung Banua. Second, the various strategies that used by Raudal Tanjung Banua to manage the capital to get position and symbolic capital in Indonesian literature. This research results that the Indonesian literary field is a field that move dynamically as the social changes that occurred after the 1998 reformation. The opens that occurred during this period provide space for agents to engage in the literary field. Through various strategies and deployment of capital, Raudal Tanjung Banua try to gain symbolic legitimacy in the field of Indonesian literature. Build a publisher AKAR, Rumah Lebah Journal and Short Story Journal, as Raudal Tanjung Banua Strategies to manages both of social and culture capital, so being capital exchanges. Through the cross-subsidy of the capital Raudal Tanjung Banua get a position in the field of Indonesian literature.
Kata Kunci : Keyword: Raudal Tanjung Banua, literature field, strategy, capital, trajectory