Laporkan Masalah

Analisis Strategi Pemasaran Ngayogjazz 2015 di Desa Pandowoharjo sebagai Atraksi Wisata MICE (Meeting, Inventive, Convention, Event)

ANAS NIAM ZUHDY, Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A.; Dr. Mohamad Yusuf

2016 | Skripsi | S1 PARIWISATA

Yogyakarta merupakan salah satu daerah dengan jumlah penyelenggaraan meeting, incentive, convention, dan event (MICE) terbanyak di Indonesia. Tercatat sebanyak 8.963 perhelatan diselenggarakan di Yogyakarta sejak tahun 2012. Salah satu perhelatan tersebut adalah Ngayogjazz. Sejak pertama kali diadakan, Ngayogjazz selalu berupaya mengubah pandangan bahwa musik jazz di Indonesia adalah musik mewah, yang hanya dapat dinikmati oleh masyarakat ekonomi menengah ke atas saja. Sejak tahun 2007 hingga saat ini, pengunjung yang datang ke Ngayogjazz selalu meningkat dan tidak hanya warga Yogyakarta saja. Selain itu pihak panitia Ngayogjazz juga menjadikan semua kalangan sebagai target calon pengunjung. Oleh sebab itu penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan Ngayogjazz, secara khusus pada tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada saat dan setelah pelaksanaan Ngayogjazz 2015. Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara studi pustaka, observasi, dan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan bauran pemasaran 7P: product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence (Kotler, 1997) dengan metode analisis kualitatif dan ditulis secara deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan oleh Ngayogjazz 2015 dapat dikatakan sudah cukup baik. Pihak Ngayogjazz 2015 sudah memberikan pilihan produk yang beragam, memilih lokasi penyelenggaraan yang dapat terjangkau pengunjung, bekerja sesuai tugas masing-masing, melakukan promosi dengan beragam cara, dan melaksanakan proses persiapan dan penyelenggaraan sesuai rencana.

Yogyakarta is one of the city which has the highest amount of MICE (meeting, incentive, convention, and event) organizers, as it is recorded that 8.963 events had been held in the said city since 2012. One of those event is Ngayogjazz. Since its first execution, Ngayogjazz had been trying to break the perception of jazz as an upscale music which can only be enjoyed by the group of upper-class. Since 2007 until now, the visitors of the event, consisting of all groups of people coming from many regions, keep increasing. Therefore, the research is needed to understand the marketing strategy which is used in Ngayogjazz, particulary the one held in 2015. This research is done during and after the event excecution. The data are gathered through literature research, observation, and interview. Then, they are analyzed by 7P of Marketing Mix: product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence (Kotler, 2007), with qualitative analysis method then presented by descriptive analysis. The result of the study shows that the marketing strategies used by Ngayogjazz 2015 are good enough. The committees have given variety of program choices, choosen a location which can be easily reached by the visitors, worked according to their jobs, done the promotion in many ways and the event 's preparation and execution according to the plan.

Kata Kunci : MICE, Event, Jazz, bauran pemasaran, Ngayogjazz

  1. S1-2016-334820-abstract.pdf  
  2. S1-2016-334820-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-334820-tableofcontent.pdf