Kampanye Toleransi Beragama Oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia ( Studi Deskriptif tentang Kampanye Sosial yang Dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Tasyakur Daerah Yogyakarta tahun 2014-2015)
NURBAYTI, Dr. Phil. Ana Nadhya Abrar, M.E.S ; Dr. Widodo Agus Setyanto, M.Si
2016 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiOrganisasi agama JAI (Jemaat Ahmadiyah Indoensia) sampai saat ini belum juga bisa diterima di dalam kelompok masyarakat, statmen sesat yang terus dilekatkan pada kelompok tersebut memicu terjadinya konflik antara pengikut dan penentang Jemaat Ahmadiyah. Selain ajaran yang dinilai keluar dari syariad Islam, tidak adanya upaya membangun komunikasi antara pengikut Jemaat Ahmadiyah dengan masyarakat umum ditengarai sebagai pemicu terjadinya konflik serta keberpihakan pemerintah dalam memperlakukan pengikut Jemaat Ahmadiyah. Berangkat dari kondisi sosial masyarakat serta regulasi pemerintah yang dianggap medeskriditkan kelompok minoritas, Jemaat Ahmadiyah pada ahirnya mengambil inisiasi untuk melakukan komunikasi terbuka dengan masyarakat Indonesia dengan jalan kampanye, yang dimulai dari tahun 2013-2025 dibeberapa daerah yang ditunjuk oleh JAI. Peneliti sendiri mengambil periode I kampanye, yakni tahun 2013-2015 dengan misi �Meluruskan Kesalah Fahaman Terhadap Jemaat Ahmadiyah� di Yogyakarta. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang mana metode ini akan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data upaya kampanye JAI baik yang sedang terjadi maupun yang sudah berlangsung. Dari hasil pengumpulan data di lapangan, JAI Yogyakarta telah melakukan 5 kali event kampanye. Kunci dari terselengaranya 5 event kampanye tersebut terletak pada saluran komunikasi yang digunakan oleh JAI yakni kampus (pusat studi) dengan latar belakang ketika menjelaskan permasalahan kelompok minoritas di ranah kajian keilmuan, maka hal pertama yang diperoleh JAI adalah mereka akan lebih mudah menjaring peserta (audiens), ke dua event kampanye JAI lebih kepada studi keilmuan, ketiga jika hal ini dlihat dari sisi Pusat Studi, maka event kampanye tersebut bukanlah aksi komunikasi dalam bentuk doktrinasi, melainkan ingin membuka wawasan dan pengetahuan masyarakat terkait Jemaat Ahmadiyah.
JAI religious organizations (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) until today still can not be accepted in the community, which continues to statmen misguided group attached to the trigger conflict between followers and opponents of the Ahmadiyya Community. In addition to teaching rated out of syariad Islam, the absence of efforts to build communication between followers of Ahmadiyah sect considered by the general public as a trigger of conflict and concern of the government in treating the followers of the Ahmadiyya Community. Departing from social conditions and government regulations that are considered minority groups, the Ahmadiyah take initiation to open communication with people in Indonesia with campaign, which started in 2013-2025 in several regions designated by JAI. Researchers themselves took the first period of the campaign, the year 2013-2015 with the mission of "Rectifying mistakes Against Ahmadiyah sect" in Yogyakarta. The research methodology used is descriptive qualitative, that this method will allow researchers to collect file JAI campaign effort is going well and that has been taking place. From the data collected in the field, JAI Yogyakarta has done five times a campaign event. Locks of 5 event of the campaign lies in the communication channels used by JAI are campus (study center) in the background when explaining the problems of minority groups in the realm of scientific assessment, the first thing obtained JAI is they will be easier to recruit participants (audience) , to two campaign events JAI more to scientific studies, the third if it is shown by a side Study Center, the event is not an act of communication campaigns in the form of doctrinal, but wants to expand the horizons and knowledge related community Ahmadiyah sect.
Kata Kunci : Kampanye Toleransi Beragama, Jemaat Ahmadiyah, Yogyakarta,