Laporkan Masalah

ANALISIS KINERJA PELAYANAN DAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARGA MAKMUR

JOKO WIYONO, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD.; dr. Endang Suparniati, M.Kes.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Era baru program asuransi kesehatan nasional mulai 1 Januari 2014 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dengan target seluruh masyarakat telah menjadi peserta BPJS pada tahun 2019. Sejak diberlakukannya BPJS Kesehatan, dalam pelaksanaannya terkendala fasilitas dan tenaga kesehatan yang belum optimal, baik bentuk fisik maupun penggunaannya. Bagaimana kinerja pelayanan dan keuangan rumah sakit sesudah pelaksanaan program JKN. Tujuan: (1) Mengukur kinerja pelayanan; (2) mengukur kinerja keuangan; (3) mengukur perbedaan kinerja pelayanan dan kinerja keuangan RSUD Arga Makmur sebelum dan sesudah pelaksanaan program JKN. Metode: Deskriptif analitik dengan pendekatan quasi experimen, one group pre and post test design pada RSUD Arga Makmur. Data yang dipergunakan data skuder dari data rekam medis, pelayanan dan laporan keuangan tahun 2012 sampai dengan 2015. Hasil: Rata-rata NDR sesudah pelaksanaan BPJS menurun sebesar 19,9% dari 10,87- sebelum pelaksanaan BPJS menjadi 8,70-. Rata-rata GDR sesudah pelaksanaan BPJS menurun sebesar 12,6% dari 28,4- sebelum pelaksanaan BPJS menjadi 24,82-. Rata-rata kepuasan pasien sesudah pelaksanaan BPJS meningkat sebesar 5,3% dari 78,74% sebelum pelaksanaan BPJS menjadi 82,88%. Rata-rata sectio caesarean rate sesudah pelaksanaan BPJS meningkat sebesar 56,1% dari 41,06% sebelum pelaksanaan BPJS menjadi 64,11%. Ratarata ROA sesudah pelaksanaan BPJS menurun sebesar 69,2% dari 13,50% sebelum pelaksanaan BPJS menjadi 4,16%. Rata-rata quick ratio sesudah pelaksanaan BPJS meningkat sebesar 38,3% dari 1,51% sebelum pelaksanaan BPJS menjadi 2,09%. Rata-rata solvabilitas sesudah pelaksanaan BPJS meningkat sebesar 1,4% dar 3,51% sebelum pelaksanaan BPJS menjadi 3,56%. Rata-rata CRR sesudah pelaksanaan BPJS menurun sebesar 9,2% dari 108,18% sebelum pelaksanaan BPJS menjadi 98,21%. Kesimpulan: Kinerja pelayanan yang diukur dengan indikator NDR, GDR, dan customer satisfaction memiliki perbedaan yang lebih baik sesudah pelaksanaan BPJS di RSUD Arga Makmur. Sedangkan kinerja pelayanan yang diukur dengan sectio caesarean rate memiliki perbedaan yang kurang baik sesudah pelaksanaan BPJS. Kinerja keuangan yang diukur dengan indikator quick ratio, dan solvabilitas memiliki perbedaan yang lebih baik sesudah pelaksanaan BPJS. Sedangkan kinerja keuangan yang diukur dengan indikator ROA, dan CRR secara rerata memiliki perbedaan yang kurang baik sesudah pelaksanaan BPJS.

Background: New era of health insurance in Indonesia has been begun since 01 Hanuary 2014 and organized by Social Security Agency (BPJS). All of society were expected to be a member of national health insurance on 2019 and recognition to government on implementing National Health Insurance. Implementation of National Health Insurance were cosntrained on provision and utility of facility and health workers. So, the research question is how performance of services and financial in hospital after implementation of National Health Insurance. Objective: (1) Measuring performance of services; (2) Measuring financial performance; (3) Measuring measuring the differences of services and financial performance on before and after implementation of National health Insurance in RSUD Arga Makmur. Method: Study design was applied descriptive analytic with quasi experimental approach (one group pre and post test design) in RSUD Arga Makmur. Analysis data used primary and secondary data. Secondary data include data from medical record, services data and financial report. Statistic test used independent sample ttest and / or Mann Whitney test. Result: NDR after implementation of National Health Insurances (JKN) showed reduction amounts 19,9% (10,87 to 8,70). GDR reduced after implementation of national health insurance amounts 12,6% (28,4 to 24,82). Patient satisfaction increased after implementation of national health insurance amounts 5,3% (78,74% to 82,88%). Sectio caesarean rate after implementation of national health insurance increased amounts 56,1% (41,06% to 64,11%). ROA showed reduction after implementation of national health insurance amounts 69,2% (13,50% to 4,16%). Quick ratio increased after implementation of national health insurance amounts 38,3% (1,51% to 2,09%). Solvability rate increased 1,4% (3,51% to 3,56%). CRR decreased amounts 9,2% (108,18% to 98,21%). Conclusion: Perfomance of hospital services can be measured by indicator such as NDR, GDR, customer satisfaction. All of indicator showed good development after implementation of national health insurances in public hospital of Arga Makmur. Measurement toward services performance by sectio caesarean rate showed unfavorable development. Financial performance was measured by quick ratio, and solvability showed good development after implementation of national health insurance. Measurement of financial performance by ROA and CRR showed unfavorable development.

Kata Kunci : Kinerja Pelayanan, Kinerja Keuangan, JKN, Rumah Sakit, Performance of Services, Financial Performance, National Health Insurance, Hospital

  1. S2-2016-371178-abstract.pdf  
  2. S2-2016-371178-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-371178-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-371178-title.pdf