Partisipasi Pasien dalam Program Pelayanan Obstetri dan Neonatologi Emergensi Dasar di Puskesmas Balaraja
JULIA ISKANDAR D, Dr.dr. Mubasyisyir Hasanbasri, M.A; Dr.dr Andreasta Meliala,DPH,M.Kes.,MAS
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Partisipasi pasien dalam pelayanan kesehatan merupakan isu penting dalam pelayanan kesehatan modern. Implementasi partisipasi pasien yang maksimal akan mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain dampak berupa peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia, partisipasi pasien ini juga dapat menurunkan potensi terjadinya kesalahan medis selama proses pelayanan kesehatan dilakukan. Oleh karena itu, implementasi partisipasi pasien pada dasarnya akan membawa kepada perwujudan patient safety dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini dibuat dengan tujuan utama untuk mengeskplorasi hal-hal yang mempengaruhi partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan bersama. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian menggunakan studi kasus. Informasi yang diperoleh di dalam penelitian didapatkan melalui suatu wawancara mendalam, observasi proses PONED secara langsung dan penelusuran data rekam medis pasien yang ada di Puskesmas. Hasil Penelitian dan Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 10 bidan, 1 perawat PONED dan 24 pasien PONED Puskesmas Balaraja didapatkan 2 temuan utama yang berkaitan dengan partisipasi pasien PONED di Puskesmas Balaraja, yaitu (1) adanya bukti bahwa pasien ibu hamil di Puskesmas Balaraja telah terlibat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan selama proses kehamilan di tingkat layanan primer dan (2) Puskesmas Balaraja telah berperan aktif dalam mendukung partisipasi pasien ibu hamil selama proses pengambilan keputusan bersama. Berdasarkan kedua temuan ini peneliti melihat adanya suatu hubungan interaktif yang telah terbangun dalam upaya mendukung keberhasilan implementasi partisipasi pasien dalam program PONED Puskesmas Balaraja. Hubungan interaktif ini dimulai dari pemahaman pasien akan pentingnya berpartispasi yang kemudian didukung dengan sikap dan tindakan tenaga kesehatan PONED yang mampu menginduksi dan mendorong pasien untuk semakin proaktif dalam berpartisipasi. Pembentukan sikap dan tindakan tenaga kesehatan ini tidak lepas dari kepemimpinan yang ada dalam manajemen di Puskesmas. Kesimpulan dan Saran: Implementasi partisipasi pasien di Puskesmas Balaraja dinilai telah berjalan dengan baik. Implementasi partisipasi pasien ini terlaksana sebagai hasil hubungan interaktif antara Puskesmas selaku penyedia pelayanan kesehatan, bidan selaku pelaksana pelayanan kesehatan dan pasien selaku pengguna pelayanan kesehatan. Keberhasilan hubungan interaktif antara penyedia, pelaksana dan pengguna pelayanan kesehatan di Puskesmas Balaraja dikarenakan masing-masing pihak mampu menjalankan tugas dan fungsinya dalam proses partisipasi pasien. Di antara ketiga komponen di atas, tenaga kesehatan PONED Puskesmas Balaraja merupakan komponen penting yang dinilai telah berhasil memaksimalkan partisipasi pasien. Hal ini dikarenakan tenaga kesehatan PONED Puskesmas Balaraja mampu menginduksi dan mendorong pasien untuk lebih aktif dalam berpartisipasi. Kemampuan menginduksi dan mendorong pasien ini tidak lepas dari peran bidan desa yang selama ini telah mejadi role model dan pemimpin informal bagi sesama anggota tim PONED yang lain. Dalam rangka menjaga kontinuitas keberhasilan implementasi partisipasi pasien di Puskesmas Balaraja perlu dilakukan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan pengetahuan pasien dan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan partisipasi pasien dalam konteks pelayanan PONED.
Background: Patient participation is an important issue in modern healthcare services. The maximum implementation of patient participation will support the quality improvement of healthcare services in Indonesia. In addition to its impact of increasing the quality of health care services in Indonesia, patient participation can also reduce the potential of error during the process of healthcare services. It's all basically going to bring to the embodiment of patient safety in Indonesia healthcare services. Aim: This study was made with the main aim of exploring the things that affect the patient's participation in shared decision making. Method: This type of this research is qualitative research using case study research design. All information in this study are obtained by conducting in-depth interviews, direct observation during PONED process and search medical records of PONEDs patients in Puskesmas Balaraja. Research Result and Discussion: Based on the results of research conducted with 10 midwives, 1 PONEDs nurse PONED and 24 PONEDs patients at Puskesmas Balaraja, reasercher obtained two major findings related to the patient's participation in PONED program at Puskesmas Balaraja, i.e. (1) there are some evidences that patients (pregnant women) at Puskesmas Balaraja have been actively involved in the decision-making process during pregnancy at primary care level and (2) Puskesmas Balaraja has been active in supporting the participation of pregnant woman during the shared decision making process. Based on these findings, the researcher saw an interactive relationship that has been built in order to support the successful implementation of patient participation in PONED program at Puskesmas Balaraja. This interactive relationship starting from the patient's understanding of the importance of participating which is further supported by the attitude and actions of PONED healthcare providers. Their attitude and actions have capability in inducing and encouraging patients to be more active in participating. Development of attitudes and actions of healthcare providers is related with management leadership at Puskesmas Balaraja. Conclusion and Recommendation: Implementation of patient participation in Puskesmas Balaraja is assessed have gone well. Implementation of patient participation has been worked because there is an interactive relationship between Puskesmas as provider of healthcare services, the midwife as performer of healthcare services and patients as users of healthcare services. The success of interactive relationship between them can happen because each of them is able to carry out their duties and functions in the process of patient participation implementation. Among the three components above, healthcare providers of Puskesmas Balaraja is the most important component that has judged to have managed patient participation emporwerment. This is because they able to induce and encourage patients to be more active in participating. Ability to induce and encourage the patients can not be separated from the role of midwives who have been becoming a role model and informal leader for other team members. In order to maintain the continuity of the successful implementation of patient participation at Puskesmas Balaraja, it is necessary to provide some training that can increase patients and health professionals knowledge on the implementation of patient participation in the context of PONED services.
Kata Kunci : partisipasi pasien, keputusan bersama, peran aktif bidan, kepemimpinan, PONED, Puskesmas Balaraja