Laporkan Masalah

Pendidikan Kritis dalam Festival Warga Studi Kasus Penyelenggaraan Layang Lakbok Art and Culture Festival

ASEP ZERY KUSMAYA, Dr. Aton Rustandi Mulyana, S.Sn., M.Sn, Dr St. Sunardi

2021 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA

Ketika pendidikan sudah tersandera oleh kepentingan pasar. Ketika seni tidak lagi memanusiakan tapi mengasingkan. Maka diperlukan gerakan pendidikan dan kesenian sebagai alat pembebesan. Festival sebagai peristiwa seni seyogyanya memberikan energi baru terhadap seluruh pemiliknya yaitu warga, untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Akan tetapi festival hari ini sudah dijadikan industri. Bukalah calender of event, maka kita akan menemukan puluhan festival, yang digunakan sebagai pendukung industri pariwisata. Festival sebagai industri pasti akan mengedepankan persaingan, untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, dan menyingkirkan apa yang dirasa tidak menghadirkan keuntungan. Inilah yang kemudian menindas warga yang notabene adalah rumah bagi kebudayaan dimana konten festival berasal dari sana. Oleh karenanya warga menjadi terasing bahkan menjadi objek eksploitasi. Tujuan dari penelitian ini ingin memaknai dan mencatat praktik baik bersama warga dalam penyelenggaraan Layang Lakbok Art and Culture Festival. Karena peneliti adalah salah satu subjek dari penyelenggaraan festival ini maka metode penelitian yang digunakan adalah penelitian bertindak. Selanjutnya, Layang Lakbok merupakan sebuah perayaan pasca panen warga, dimana kebiasaan warga bermain layang-layang malam hari dikembangkan menjadi sebuah festival yang lebih besar. Layang Lakbok dioperasikan dengan menggerakan modal sosial warga seperti petemanan, pengetahuan, kesenian dan kebiasan warga. Layang Lakbok dalam hal ini dijadikan sebagai alat untuk mengungkap secara lebih nyata permasalahan yang ada, yang kemudian menjadi bahan refleksi warganya. Pengenalan masalah dalam kondisi yang fun atau ektase bermain layang-layang atau berkesenian memungkinkan warga untuk merefleksikan pengalaman tersebut secara mandiri. Ketika refleksi tersebut kemudian di dialogkan kembali secara terus- menerus dan berkelanjutan maka dapat melahirkan sikap kritis dalam diri warga.

When education has become market interests and art doesn't humanizing but alienating, educational and art movements as liberation tools are needed. A festival as an art event should give a new energy to all owners or citizens, in order to achieve a better life in the future. But today's festival has become an industry. Based on the calendar of events, we will find dozens of festivals, which are used to support industrial tourism. Festival as an industry will definitely give more priority to competition in order to get profit as much as possible and to get rid of what is deemed not to bring benefits. This is what then oppresses the citizens which incidentally is the "home" for the culture where the festival content originates. Therefore, the citizens become isolated and even become an object of exploitation. The purpose of this research is to interpret and record practices with the citizens in organizing Layang Lakbok Art and Culture Festival. Because the researchers are one of the subjects of organizing the festival, the research method used is action research. Layang Lakbok is a post-harvest festival organized by the local citizens of which the habit of people playing their kites through the night is developed into a bigger festival. Layang Lakbok is operated based on the friendship, knowledge, art and habits of the citizens. In this regard, Layang Lakbok is used as a tool to more realistically reveal the existing problems and then used by citizens for their reflections. Problem recognition in fun conditions or "ektase" in playing kites or making art provides chances for citizens to reflect their experiences independently. Finally, a continuous and sustainable reflection can create critical citizens.

Kata Kunci : Festival, Pendidikan Kritis, Warga

  1. S2-2021-420185-abstract.pdf  
  2. S2-2021-420185-bibliography .pdf  
  3. S2-2021-420185-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-420185-title.pdf