Laporkan Masalah

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM BAHASA JAWA PADA KOMIK "MAS BAMBANG"

IMMAWAN AKMAL S W, Dr. Sulistyowati, M. Hum.

2020 | Skripsi | S1 SASTRA JAWA

Media sosial dapat memberi pengaruh positif maupun negatif bagi perkembangan bahasa. Sisi negatif dari media sosial bagi perkembangan bahasa yakni dapat menimbulkan penggunaan bahasa yang tidak sesuai standar namun, media sosial juga dapat menjadi sarana perkembangan sebuah bahasa dalam menyebar luaskan penggunaan sebagai usaha pemertahanan bahasa. Bahasa daerah khususnya bahasa Jawa juga mengalami hal tersebut. Komik "Mas Bambang" adalah salah satu contoh usaha pemertahanan bahasa Jawa melalui sosial media. Keberadaan komik "Mas Bambang" ini diharapkan pembaca dengan target pengguna internet serta media sosial tertarik menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Berbicara mengenai penggunaan bahasa Jawa pada media sosial, maka tidak terlepas dari peristiwa campur kode seperti yang akan dideskripsikan pada penelitian ini. Penelitian ini akan mendeskripsikan bentuk dan faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode dalam komik "Mas Bambang". Teknik pencarian data dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca sekilas berbagai sumber dari internet. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik membaca menyimak. Setelah data dirasa cukup kemudian dianalisis menggunakan metode padan translasional serta agih substitusi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bentuk campur kode berupa kata, frasa idiom/ungkapan, baster, serta klausa. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya ditemukan dua yaitu attitudinal type dan lingusistic type.

Social media could give positive or negative influence for language development. The negative side of social media for language development that can generate usage of language that is not according to standards however, social media can also be a medium of a language development to disseminating its usage as an effort of language preservation. Local languages, especially Javanese, also occurring this situation. The "Mas Bambang" comic is one of Javanese language preservation efforts through social media. Existence of "Mas Bambang" comic, it's expected that reader which targeted as internet and social media users would be interested to use Javanese as their daily language. Talking about usage of Javanese language through social media, it couldn't be separated with code-mixing as will be explained in this study. This research study will describe the forms and factors behind code-mixing in "Mas Bambang" comics. Data search techniques in this study by skimming through various source from internet. The technique of collecting data in this study is using continuous reading technique. After the data is deemed sufficient, then it's implemented using the equivalent translation method and substitution sharing method.The results of this research study found that forms of code-mixing form in the words, phrases, idioms, basters, and clauses. Two causal factors has found in this study, they are attitudinal type and linguistic type.

Kata Kunci : Bahasa Jawa, Komik "Mas Bambang". Campur Kode

  1. S1-2020-399757-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399757-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399757-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399757-title.pdf