Kegunaan dan Fungsi Jathilan bagi Masyarakat Dusun Rimba Candi, Pagar Alam, Sumatera Selatan
ANNISA RAHMADANI, Dr. G. R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.
2018 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAJathilan merupakan kesenian daerah yang berasal dari Jawa, akan tetapi kesenian ini juga ditemukan di Sumatera karena dibawa oleh transmigran. Salah satu kasusnya adalah di Dusun Rimba Candi yang terletak di Pagar Alam, Sumatera Selatan, di mana jathilan disebut dengan dada'ong oleh warga setempat. Jathilan sendiri merupakan kesenian daerah khas dikarenakan penghuninya sebagian besar merupakan warga keturunan transmigran dari Jawa. Diketahui bahwa terdapat kesenian Jawa lain yang ada di Dusun Rimba Candi, seperti kethoprak, wayang kulit, maupun rodat, namun semuanya tidak lagi aktif kecuali jathilan. Dari kasus ini, penelitian ini hendak mencari tahu apa yang menyebabkan hal tersebut menjadi demikian, serta kegunaan dan fungsi jathilan bagi masyarakat Dusun Rimba Candi, Pagar Alam, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasi-partisipasi serta wawancara yang dilakukan secara semi-terstruktur dan bebas. Penelitian berlangsung selama 25 hari dari 1-25 Januari 2018 di Dusun Rimba Candi, Pagar Alam, Sumatera Selatan. Informan yang terlibat dalam penelitian meliputi ketua kelompok jathilan, anggota kelompok sekaligus pelaku, dan masyarakat dusun yang juga berperan sebagai penonton baik warga transmigran Jawa maupun warga asli Sumatera. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori kegunaan dan fungsi oleh Alan P. Merriam, teori pewarisan oleh Kuutma, dan teori fungsi kesenian dalam diaspora oleh Giuriati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jathilan tetap ada dikarenakan adanya pengaruh dari luar yang mendorong dari dalam masyarakat untuk meneruskannya, di mana hal tersebut tidak terjadi dengan kesenian yang lain. Kegunaan dan fungsi dari jathilan menyesuaikan konteksnya. Dalam perayaan, jathilan memiliki kegunaan sebagai sarana hiburan dan berfungsi untuk mengumpulkan warga dan memeriahkan suasana; dalam kehidupan masyarakat antargenerasi, jathilan memiliki kegunaan sebagai warisan dari generasi pertama dan berfungsi untuk mempersatukan masyarakat dalam meneruskan warisan tersebut; dan dalam kehidupan antarmasyarakat, jathilan memiliki kegunaan sebagai kesenian daerah Dusun Rimba Candi dan berfungsi sebagai penanda identitas kultural Dusun Rimba Candi.
Jathilan is a traditional performing art originating from Java, but it is also found in Sumatera because it has been brought there by the transmigrants. One of the cases is in Rimba Candi Village located in Pagar Alam, South Sumatera, where jathilan is known as dada'ong to the inhabitants of the village. Jathilan itself is a typical traditional performing art of Rimba Candi Village because most of the inhabitants are descended from the Javanese transmigrants. It is known that there are other performing arts in Rimba Candi Village, such as kethoprak, wayang kulit, as well as rodat, but all of them are no longer active except for jathilan. From this case, this research aims to find out what causes it to become that way as well as the uses and functions of jathilan for the society of Rimba Candi Village, Pagar Alam, South Sumatera. This research equips the methods of observation-participation as well as semi-structured and free interviews. It was carried out for 25 days from 1-25 January 2018 in Rimba Candi Village, Pagar Alam. Informants that are involved in the research comprise of the chairman of the jathilan group, group members as well as performers, and the village inhabitants who also act out as the audience from the Javanese transmigrants as well as the Sumatran inhabitants. The theories that are used for data analysis are the use and function theory by Alan P. Merriam, the heritage theory by Kuutma, and the theory of the functions of art in diaspora by Giuriati. The results of this research show that jathilan still exists due to external influence which drives from within the society to continue it, in which it doesn't happen to the rest of the performing arts. The uses and functions of jathilan depends on the context. In celebrations, jathilan is used as a means of entertainment and functions to gather the people and to make the situation lively; in life among the generations of the society, jathilan is used as a heritage from the first generation and functions to unite the society in continuing the heritage; and in life among societies, jathilan serves as the local performing arts of Rimba Candi Village and functions as the cultural identity marker of Rimba Candi Village.
Kata Kunci : jathilan, kesenian, keberlanjutan, transmigrasi, warisan, identitas