Proses Manajemen Informasi Bencana di Indonesia: Studi Kasus dalam Direktorat Global Philanthropy Media, Organisasi Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap
SHULHAN SYAMSUR RIJAL, Lisa Lindawati, S.I.P., M.A.
2016 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIBencana alam di negeri ini adalah potensi dan tragedi yang rutin menyapa. Kondisi meteorologi, klimatologi, dan geofisika di Indonesia menyumbang banyak potensi kebencanaan. Maka dari itu, pencegahan risiko bencana adalah isu yang urgen untuk dituntaskan. Selain melalui aksi penanggulangan bencana, praktek komunikasi informasi bencana yang efektif pun jadi isu penting yang tak boleh dilupakan, apalagi di dunia yang makin mudah terhubung oleh beragam saluran media. Penuh dengan kepadatan informasi yang begitu mudah didapat. Namun, apa yang terjadi hari ini di Indonesia, informasi bencana masih jamak disikapi sebagai informasi krisis yang dikabarkan hanya di fase pasca kejadian. Pola seperti ini mudah ditemukan di sajian informasi yang dirilis oleh media dalam lingkaran arusutama. Alih-alih menyajikan informasi dengan porsi yang seimbang, baik di fase risiko pra-bencana maupun di fase krisis pasca bencana. Namun demikian, di tengah riuhnya kejadian bencana yang berderet menyapa negeri ini, ada sebuah institusi media yang muncul menamakan dirinya sebagai Global Philanthropy Media. Sebuah perusahaan media yang bernaung di bawah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap. Institusi media ini secara khusus menajamkan segmentasi temanya pada isu kebencanaan dan kemanusiaan. Sebuah potensi menarik untuk dikaji lebih dalam bagaimana rupa proses redaksional pada institusi media ini. Asumsinya, jika sekian banyak media arusutama lain hanya menyikapi informasi kebencanaan sebagai sempalan kecil dalam banyak agenda isu yang diangkat, Global Philanthropy Media menyikapi isu kebencanaan secara eksklusif. Metode yang digunakan dalam riset ini merujuk pada model deskriptif kualitatif, memusatkan analisis pada suatu unit tertentu dari berbagai fenomena, sifatnya mendalam dan menusuk sasaran penelitian. Riset ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan bagaimana proses manajemen informasi bencana yang dilakukan oleh Global Philanthropy Media dalam menerima, mengolah dan mendistribusi informasi itu pada 4 fase bencana yang kompleks. Sejak dari fase mitigasi, kesiapsiagaan, respons, sampai ke recovery.
Disaster is a tragedy that often occurs in this country. Meteorology, climatology and geophysics conditions in Indonesia contribute to many of these potential disasters. Therefore, risk prevention of disasters has become a crucial matter to overcome. Apart handling disaster on site, the effectiveness of distributing disaster information has become a matter that cannot be disregarded. Especially in a world connected by various media with variety of overflowing information that can easily be obtained. But, what's happening in Indonesia is, disaster information is considered a crisis information that needs only to be reported after the incident occurred. This pattern is easily found in the mainstream medias. Providing information in a well-balanced proportion, before and after the incident. Nevertheless, in the midst of the disasters that has struck this country, a media institution by the name of Global Philanthropy Media has surfaced. A company in the lines of media under the name of Aksi Cepat Tanggap. This institution has devoted their focus on disasters and humanitarian affair. Becoming a core process in the institution that is potentially interesting to be reviewed from the editorial point of view. Assuming, the mainstream medias interest of disasters information is only a few of their urgencies that needs to be published, Global Philanthropy Media in the other hand addresses this subject in an exclusive manner. Methodology used in this research refers to qualitative description, focusing analysis on certain unit from various phenomenon's, having in depths attributes accurately on point with objectives of the research. These objective is achieved by illustrating how Global Philanthropy Media obtain, execute and distribute disaster information to the complexity of the four phases of disaster; mitigation, preparedness, respond, and recovery.
Kata Kunci : Bencana, Manajemen Informasi Bencana, Media Bencana