Laporkan Masalah

PUJIAN DI KALANGAN REMAJA DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN BENTUK, REFEREN, POLA, DAN SKEMA PIKIRANNYA

A RAAFATUN NISAA, Dr. Sailal Arimi, S.S., M. Hum.

2016 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini membahas pujian yang datanya diperoleh dari kuesioner dengan remaja berusia 17—25 tahun sebagai pembahannya. Pujian dapat diberikan pada penampilan, keahlian, kecerdasan, dan kepemilikan mitra tutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan sosiolinguistik mengenai gender dan linguistik kognitif mengenai metafora konseptual. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk-bentuk pujian, referen dan pola pujian yang digunakan oleh gender maskulin dan feminin, serta skema pikiran yang terbentuk mengenai pujian. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian data. Data dikumpulkan dengan kuesioner menggunakan metode bermain peran. Data diperoleh dari 51 pembahan dan dihasilkan 408 data. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode padan referensial dan metode agih. Kemudian, data disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pujian dapat diberikan dalam bentuk kata, frasa, dan kalimat, baik secara implisit maupun eksplisit. Kata yang banyak digunakan adalah kata sifat, sedangkan frasa yang banyak digunakan adalah frasa adjektiva. Pujian juga banyak diberikan dengan modus deklaratif. Selain itu, pujian dapat diberikan dalam ragam formal, konsultatif, santai, dan akrab. Berdasarkan hasil penelitian, ragam santai dan ragam akrab lebih banyak digunakan. Dilihat dari kelangsungan dan keliteralan tuturan, tindak tutur yang paling banyak digunakan adalah tindak tutur langsung dan tindak tutur literal. Gender maskulin dan feminin memiliki perbedaan referen dalam memberikan pujian pada penampilan. Gender maskulin dan feminin juga memiliki persamaan dan perbedaan pola dalam memberikan pujian. Gender maskulin lebih banyak memberikan pujian secara langsung dan singkat, sedangkan gender feminin tidak. Dalam pikiran penuturnya, pujian dipahami sebagai konsep penghargaan pada keunggulan yang dapat dijadikan konsep lain, seperti konsep kekaguman, motivasi, doa, pembangun percaya diri, nasihat, lambang keakraban, dan sindiran.

This study discusses compliments which gained from questionnaire which were given to 17 to 25-years-old teenagers as respondents. Compliment could be given to appearance, skill, intelligence, and possession of the hearer. This study is applying qualitative descriptive method and using sociolinguistic approach about gender and cognitive linguistic about conceptual methapors. The aims of this study is to know about the form of compliments, referent and pattern of compliment which is applied by the masculine and feminine, and the mindset which are created in compliment. The study conducted using three steps. Those are data collecting, data analyzing, and data presenting. Data are collected by questionnaire which apply the role-play method. Data are received from 51 respondents, and created 408 data. The collected data are analyzed by using method of padan referential and agih method. Afterwards, the data are presented by applying formal and informal methods. The result of this study shows that compliments can be served in words, phrases, and sentences, either implicitly or explicitly. Compliments can also be given in declarative, interrogative, and imperative modes. Other than that, compliments can be given in formal, consultative, casual, and intimate styles. Based on the results of research, casual and intimate styles are more often to be applied. From the perspective of the direct and literal speeches, the speeches which are often applied are direct speech and literal speech. Masculine and feminine have differences of referent in giving compliments to appearance. Masculine and feminine also have both similar and different patterns in giving compliments. In the mind of speaker, compliments are being understood as appreciation concept of superiority, which can be transformed to other concepts; such as pride, motivation, prayers, self-confidence builder, advice, emblem of solidarity, and satire.

Kata Kunci : pujian, gender, referen dan pola, skema pikiran, konsep / compliment, gender, referent and pattern, mindset, concept

  1. S1-2016-339448-abstract.pdf  
  2. S1-2016-339448-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-339448-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-339448-title.pdf