BERKATEKESE MELALUI WAYANG WAHYU (ANALISIS NARATIF PESAN KATEKESE DALAM PERTUNJUKAN WAYANG WAHYU DENGAN LAKON JURU SLAMETING JAGAD)
MARIA NIRMALA PUTRI, Lidwina Mutia Sadasri, SIP., MA.
2016 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIDalam ajaran Kristiani, kebutuhan akan adanya tuntunan dan tawaran jalan hidup memang sejalan dengan tugas Gereja untuk mengajar. Tugas pengajaran Gereja inilah yang disebut dengan katakese. Dalam pelaksanaannya, katakese memiliki beberapa wujud, salah satunya adalah dengan pertunjukan kesenian. Salah satu seni pertunjukan dalam rangka katakese yang saat ini sedang banyak disampaikan oleh Gereja Katolik khususnya di wilayah Keuskupan Agung Semarang dan Keuskupan Purwokerto adalah wayang wahyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan katakese disampaikan oleh karakter dalam pertunjukan wayang wahyu dengan lakon Juru Slameting Jagad. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis naratif model Propp yang menekankan pada pesan katakese yang disampaikan setiap karakter dalam lakon wayang wahyu.Hasil penelitian yang didapatkan adalah pesan katakese disampaikan melalui lima tokoh sentral dalam lakon wayang wahyu. Selain itu dalam penelitian ini pun ditemukan bahwa terdapat tokoh yang bukan tokoh sentral, yaitu Aman dan Amin yang memberikan lebih banyak pesan katakese dibandingan tokoh sentral
Christiany admits the necessity of offering a way of life, which is in line with Church duty to teach. The duty is called cathecese. In its implementation, cathecese has several forms; one of which is through performance art. One kind of performance art for conducting cathecese, which now is quite wellknown in area of Keuskupan Agung Semarang and Keuskupan Purwokerto is wayang wahyu (wahyu puppet show). This study aims at identifying how cathecese message is delivered by the characters in a wayang wahyu entitled Juru Slameting Jagad. This study employs qualitative method and specifically Propp narrative analysis method. The focus of the study is on the message of cathecese delivered by five central characters in the wayang. Besides, the finding shows that there were two non-central characters who delivered more messages of cathecese rather than the five central characters.
Kata Kunci : katakese, wayang wahyu, pesan, karakter, Propp / cathecese, wayang wahyu, message, character, Propp