Analisis tata letak pada PT Chicago Bridge and Iron (CB
SIHOMBING, Eva Larasaty, Prof.Ir. Boma Wikan Tyoso, MSc.,PhD
2003 | Tesis | Magister ManajemenAnalisis tata letak fasilitas sangat diperlukan di dalam perusahaan, karena bertujuan untuk mengevaluasi tata letak yang sudah diterapkan di perusahaan dan menentukan jenis tata letak yang optimal dari tersedianya fasilitas produksi yang terdapat pada perusahaan. Oleh karena itu PT. Chicago Bridge bermaksud menata ulang area pabrikasi guna mencapai layout yang optimal untuk proses pabrikasi. Pola aliran produk di perusahaan ini berupa layout process, sehingga perhitungan biaya material handling sangat diperlukan. Biaya material handling tersebut dapat diturunkan biayanya melalui program CRAF T dengan data-data yang diperlukan seperti tata letak awal, total jarak perjalanan antar departemen, jumlah aliran barang per hari, dan biaya perpindahan barang per hari. Tetapi untuk mendapatkan tata letak yang optimal, disamping analisis kuantitatif diperlukan juga analisis kualitatif melalui Perencanaan Tata Letak yang Sistematis (PTS) dengan membentuk Diagram Derajad Kedekatan Ruang, sehingga akan diperoleh layout hasil penyesuaian yang dapat diterapkan pada kenyataan. Dengan program CRAFT, diperoleh tata letak dengan menghasilkan biaya pemindahan barang dengan biaya yang minimal. Pengolahan data melalui metode pertukaran departemen yang terdiri dari pertukaran 2 departemen, pertukaran 3 departemen, pertukaran 2 departemen dilanjutkan dengan 3 departemen, pertukaran 3 departemen dilanjutkan dengan 2 departemen dan metode jarak pengukuran dengan rectilinear distance, maka diperoleh dua final layout yang serupa yaitu dari alternatif 01 (pertukaran dua departemen), dan alternatif 03 (pertukaran dua departemen dilanjutkan pada pertukaran tiga departemen) dengan menghasilkan selisih biaya material handling dari layout awal ke layout perbaikan sejumlah Rp 41.188.047,6 / tahun. Biaya yang digunakan untuk menata ulang layout hasil perbaikan sebesar 10% dari biaya yang hilang dari penghentian proses produksi selama seminggu (Rp 346.153.846,15) sebesar Rp 34.615.384,615. Biaya menata ulang ini tidak menggunakan biaya konstruksi pembatas departemen, karena perusahaan ini menggunakan sistem rangka truss yang mudah untuk dibongkar pasang sehingga memudahkan perusahaan untuk menata ulang tata letak hasil perbaikan. Ternyata biaya menata ulang layout perbaikan (Rp 34.615.384,615) lebih kecil dibandingkan dengan biaya pengurangan ongkos/tahun (Rp 41.188.047,6), maka diharapkan perusahaan ini mempertimbangkan hasil analisis yang diajukan.
Analysis of facilities layout is important, because they intend to evaluate layout that have been released by company and determine type of optimal layout available in company. Therefore PT Chicago Bridge And Iron intends to re-layout fabrication area to get optimal layout in fabrication process. Product flow pattern, this company has process layout, so calculation of material handling cost is needed. Material handling cost can be declined through CRAFT program with data is be needed as the first layout, total distance traveled between departmens per day, total physical flow per day, total material handling cost per day. The Optimal layout can be got by quantitative analysis as CRAFT program and qualitative analysis by Systematic Layout Planning (SLP) with Space Relationships Diagram, so will be got adjustment layout can be released. In CRAFT program result in layout with minimize material handling cost. Operation of data through exchange departments methods that consist of exchange two departments, exchange three departments, exchange two departments and then three departments, exchange three departments and then exchange two departments, and rectilinear distance method, will result in two the final layout equal. The final layout is exchange two departments and exchange three departments, with differential of material handling cost from the first layout to the final layout is Rp 41.188.047,6 / year. Re-layout cost is 10 % of lost cost from closing down of process production until a week (Rp 346.153.846,15) amount Rp 34.615.384,615. Re-layout cost not use construction departmens cost, cause of this company had used truss system framework that easily to force framework open and set framework up, easily to relayout. In fact re-layout cost (Rp 34.615.384,614) less than differential of the final layout with the first layout (Rp 41.188.047,6), therefore this is be expected company consider of the result analysis.
Kata Kunci : tata letak awal, tata letak optimal, layout process, material handling, CRAFT, Perencanaan Tata Letak yang Sistematis (PTS), Diagram Derajad Kedekatan Ruang, final layout, layout hasil penyesuaian, pertukaran departemen, rectilinear distance, sistem rangk