ANALISIS BUDAYA ORGANISASIONALO PT HOLCIM
RANU WIJAYA, T.Hani Handoko, Dr.,M.B.A.
2016 | Tesis | S2 ManajemenSetiap perusahaan memiliki budaya organisasional yang berbeda-beda. Untuk dapat mencapai tujuan organisasi dibutuhkan budaya organisasional yang sesuai agar dapat mendorong semangat kerja yang baik. Untuk mencapai hal tersebut, suatu organisasi tidak terlepas dari pengaruh manajemen budaya organisasional. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mendiagnosis budaya organisasional PT Holcim Indonesia Tbk pabrik Cilacap serta menganalisis kesesuaian antara budaya organisasional yang ingin dikembangkan dengan budaya organisasional yang dipersepsikan oleh manajer dan karyawan yang ada di PT Holcim Indonesia tbk pabrik cilacap. Diagnosis dan analisis budaya organisasional dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) yang dikembangkan oleh Cameron dan Quinn (1999, halaman 20 dan 153). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang realitas pada obyek yang diteliti secara obyektif. Data pada penelitian ini merupakan data primer yang didapat melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan instrumen Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). Jumlah kuesioner yang disebar berjumlah 100 kuesioner, namun kuesioner yang dapat diolah hanya 70 kuesioner. Sasaran responden adalah karyawan yang sudah bekerja minimal 2 tahun. Melalui alat analisis alat analisis The Competing Of Values Framework dan instrumen Organizational Culture Assessment Instrument, penelitian ini mencoba untuk menganalisis tentang budaya organisasional seperti apa yang saat ini ada di PT Holcim Indonesia tbk dan budaya organisasional seperti apa yang diharapkan oleh karyawan PT Holcim Indonesia Tbk dimasa mendatang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Organizational Culture Assessment Instrument seperti yang dilampirkan di dalam tesis ini. Kata kunci: Budaya organisasional, OCAI,
Each company has an organizational culture that is different. In order to achieve organizational objectives required an appropriate organizational culture in order to promote good morale. To achieve this, an organization can not be separated from the influence of organizational culture management. The purpose of this research is to diagnose organizational culture of PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap plant and analyze the fit between organizational culture that wants to be developed with an organizational culture that is perceived by managers and employees at PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap factory. Diagnosis and analysis of organizational culture is done by using a research instrument Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) developed by Cameron and Quinn (1999, pages 20 and 153). The method used is descriptive analysis of a study which aims to provide a snapshot of the reality of the object studied objectively. The data in this study are primary data obtained through questionnaires using the instrument Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). Number of questionnaires distributed totaling 100 questionnaires, but questionnaires that can be processed only 70 questionnaires. Target respondents are employees who have worked at least 2 years. Through analysis tools analysis tools The Competing Of Values Framework and instruments Organizational Culture Assessment Instrument, this study tries to analyze about the organizational culture as what currently exists in PT Holcim Indonesia Tbk and organizational culture as what is expected by employees of PT Holcim Indonesia Tbk future come. The instrument used was a questionnaire Organizational Culture Assessment Instrument as attached in this thesis. Keywords: organizational culture, OCAI,
Kata Kunci : OCAI, Competing Values Framework, Budaya Organisasional