Ekomuseum sebagai Strategi Aktualisasi Keterlibatan Komunitas terhadap Museum
IKA KUSMIYATI, Dr. Daud Aris Tanudirjo, M.A.
2016 | Tesis | S2 Ilmu ArkeologiTesis ini membahas tentang identifikasi kemungkinan-kemungkinan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di dalam penyelenggaraan museum. Keberadaan museum di suatu wilayah masih dianggap sebagai pelengkap, sehingga tidak dikelola secara maksimal. Hal inilah yang kemudian menyebabkan museum bercitra negatif, seperti angker, kotor, primitif, kuno, dan citra negatif lainnya. Oleh karena itu, banyak hal yang mesti dilakukan untuk merombak paradigma museum. Salah satu alternatif pendekatan yang dapat dilakukan yakni dengan mengajak komunitas di sekitar museum untuk terlibat di dalam aktivitas museum. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui latar belakang pendirian museum, dan kondisi museum serta lingkungan di sekitarnya. Selain itu, mencari formulasi untuk mengembangkan strategi penguatan keterlibatan komunitas terhadap museum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, pengamatan, dan wawancara mendalam. Sementara itu, untuk mengupas kesenjangan antara eksistensi yang terdapat di lapangan dan konsep ekomuseum maupun museum komunitas, digunakan gap-analisys yang kemudian mengarahkan pada temuan-temuan apa saja yang semestinya ada untuk mendukung keberadaan ekomuseum. Konsep ekomuseum direkomendasikan sebagai jalan tengah bagi pengelolaan museum di lokasi penelitian, di Kawasan Giriloyo (Imogiri), Kotagede, dan Gondang (Balerante, Klaten). Ekomuseum menjadi katalis atau perantara antara keberadaan museum dan lanskap di sekitarnya.
This research discuss the identification of possible means that can be done to encourage community participation within museum operational. The existence of a museum is considered complimentary. This practice lead to museum’s negative reputation, such as haunted, dirty, primitive, old, and other bad reputations. Therefore, many things had to be done to remodel museum paradigm. One of the alternative approach that can be done is to engage surrounding community to be involved with museum activity. The research for this thesis is done in order to determine the background of museum establishment and its conditions, including its surrounnding. Furthermore, to discover the formulation to expand the affirmation strategy of community involvement towards museum. The research procces is done using qualitative approach, such as literature study, observations, and comprehensive interview. Meanwhile, to analyze the disrepancy between the practice on site and ecomuseum concepts and museum community museum, gap analysis method is used to refer to expected findings in order to support the existence of museum. The concept of ecomuseum is recommended as a compromise for museum management on research site Giriloyo (Imogiri), Kotagede, and Gondang (Balerante, Klaten). Ecomuseum are the catalyst between the existence of museum and landscape.
Kata Kunci : ekomuseum, komunitas, museum, Imogiri, Kotagede, Balerante