Laporkan Masalah

KINERJA EKSPOR INDONESIA DAN TIONGKOK TAHUN 2004-2014: ANALISIS SPESIALISASI EKSPOR DAN CONSTANT MARKET SHARE

NISRINA HASNA SARI, Tri Widodo, Prof., M.Ec.Dev., Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi defisit neraca perdagangan Indonesia dengan cara mengetahui dan membandingkan perkembangan komoditas unggulan ekspor Indonesia dan Tiongkok, serta mengetahui spesialisasi ekspor dan kinerja ekspor Indonesia dan Tiongkok pada tahun 2004 hingga 2014. Penelitian ini menggunakan perhitungan Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) untuk mengetahui komoditas unggulan ekspor Indonesia dan Tiongkok, lalu menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) untuk menganalisis spesialisasi ekspor Indonesia dan Tiongkok antara tahun 2004 dan 2014. Sedangkan untuk mengetahui kinerja ekspor Indonesia dan Tiongkok untuk periode 2004-2009 dan 2009-2014, penelitian ini menggunakan metode Constant Market Share (CMS). Dengan perhitungan CMS, akan diketahui empat efek yang mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia dan Tiongkok. Keempat efek tersebut, yaitu efek pertumbuhan ekspor dunia, efek komposisi komoditas, efek distribusi pasar dan efek daya saing. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari lima komoditas unggulan ekspor Indonesia, hanya empat komoditas saja yang dapat mempertahankan keunggulannya, yaitu SITC 42, SITC 23, SITC 43, dan SITC 63. Sedangkan dari lima komoditas unggulan ekspor Tiongkok, hanya tiga komoditas saja yang dapat mempertahankan keunggulannya, yaitu SITC 83, SITC 85, dan SITC 84. Pada kedua negara tersebut tidak mengalami spesialisasi perdagangan antara tahun 2004 dan 2014. Lalu kinerja ekspor Indonesia dan Tiongkok sama-sama lebih banyak dipengaruhi oleh efek distribusi pasar.

This research aims to overcome Indonesia's trade balance deficit by finding out and comparing the development of main export commodities of Indonesia and China, also by finding out the specialization of exports and export performance of Indonesia and China in 2004 to 2014. This research uses Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) to determine the main commodity exports of Indonesia and China, and Ordinary Least Square method (OLS) to analyze the export specialization of Indonesia and China between 2004 and 2014. Moreover, this research employs Constant Market Share (CMS) to find out the export performance of Indonesia and China in period 2004-2009 and 2009-2014. CMS calculations consist of four effects that affect the export performance of Indonesia and China. These effects are world export growth effect, composition of commodities effect, market distribution effect, and competitiveness effect. It can be concluded that from five Indonesia’s main commodity exports, only four commodities that can maintain its position as the main commodity exports, those are SITC 42, SITC 23, SITC 43 and SITC 63. While from China's five main commodity exports, only three commodities that can maintain its position as the main commodity exports, those are SITC 83, SITC 85 and SITC 84. Both of these countries do not have trade specialization between 2004 and 2014. Then, the export performance of Indonesia and China found to be affected by the effects of market distribution.

Kata Kunci : Revealed Comparative Advantage, Revealed Symmetric Comparative Advantage, Constant Market Share, Spesialisasi Perdagangan, Kinerja Ekspor (Export Performance)

  1. S1-2016-330582-abstract.pdf  
  2. S1-2016-330582-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-330582-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-330582-title.pdf