Analisis Tekanan Pori dan In-situ Stress pada Lapangan "Pekerjaan", Cekungan Kutai Bawah Menggunakan Data Sumur dan Seismik
BAMBANG TRIO SUMBODO, Prof. Dr. Sismanto, M.Si; Dr. Jarot Setyowiyoto, M.Sc
2016 | Skripsi | S1 GEOFISIKAKasus tekanan bawah permukaan merupakan isu yang krusial bagi industri minyak dan gas bumi. Tekanan pori dalam kondisi overpressure dan variasi in-situ stress sering ditemui dan berpengaruh terhadap kegiatan pengeboran. Lapangan "Pekerjaan" yang terletak di bagian selatan cekungan Kutai bawah memiliki kasus overpressure di sumur-sumur yang menembus sikuen delta Sepinggan. Sumur-sumur tertentu menemukan cadangan hidrokarbon yang didominasi oleh gas dan sedikit minyak bumi di daerah yang beroverpressure, namun tidak ada penelitian yang dipublikasikan mengenai hubungan kasus overpressure dan potensi hidrokarbon di lapangan ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi mekanisme penyebab overpressure yang bedasarkan penelitian sebelumnya menganggap mekanisme pembebanan adalah penyebab overpressure di lapangan ini. Bagaimanapun, penelitian sebelumnya masih kekurangan bukti-bukti mekanisme pembebanan dan gagal mengestimasti high overpressure di beberapa sumur. Estimasi tekanan pori menggunakan metode Eaton dan metode Bowers untuk menghitung tekanan pori dari data log sumur, selanjutnya hasil-hasil tersebut digunakan untuk mendapatkan besar in-situ stress. Interpretasi seismik bertujuan untuk menentukan rezim struktur yang mempengaruhi orientasi azimut dari in-situ stress. Hasil yang diperoleh menunjukan mekanisme non-pembebanan (pembentukan hidrokarbon dan diagenesa lempung) adalah mekanisme yang berpengaruh di lapangan ini, dimana semua sumur yang telah atau hampir menembus sikuen delta Sepinggan (Bagian terbawah sikuen karbonat Sepinggan) menemui kasus overpressure. Estimasi in-situ stress dan Analisis struktur menunjukan nilai Sv>SHmax>Shmin, dimana Sv berarah vertikal, SHmax berarah NW-SE dan Shmin berarah SW-NE. Gradien kedua stress horizontal bernilai lebih besar pada kondisi overpressure, dibandingkan pada kondisi normal, sementara nilai gradien stress vertikal tidak terpengaruh kondisi Overpressure. Mekanisme overpressure di lapangan ini menunjukan fasies shale di lapangan "Pekerjaan" overpressure seperti efek sentroid dan efek bahu menjukan pengaruh overpressure pada migrasi hidrokarbon secara lateral.
Subsurface pressure case is crucial issues in petroleum industry. Pore pressure in overpressure condition and in-situ stress are frequently found and affect the drilling activities. "Pekerjaan" field, which is located on the southern lower Kutai basin, experiences overpressure case on the wells that are penetrated to Sepinggan deltaic sequence. Certain wells in this field have found gas-dominate and oil-minor hydrocarbon on overpressure zone, yet there has not been any published academic research on overpressure case related to hydrocarbon potential on this field. This research is conducted to evaluate overpressure mechanism; in response to the previous research that claimed the dominant cause for overpressure is loading mechanism. However, that previous research was lack of evidences and failed to estimate the high overpressure on several wells. Pore pressure estimation use the methods of Eaton and Bowers that calculate pore pressure from well logs data, furthermore, the results will be used to obtain in-situ stress magnitude. Seismic interpretation is aimed to determine the structural regime that affects the azimuth orientation of in-situ stress. The obtaining result shows that unloading-mechanism (Hidrocarbon generation and clay diagenesis) is the dominant mechanism that affects this field, whereas all the wells either almost (the lowest Sepinggan carbonate sequenes) or has penetrated Sepinggan deltaic sequences experience overpressure. In-situ stress estimation and structural analysis obtain the magnitude of in-situ stress is Sv>SHmax>Shmin, whereas Sv directed vertically, SHmax directed NW-SE and Shmin directed SW-NE. Both horizontal stress has higher magnitude on overpressure than normal condition, yet the vertical stress is not affected. The analysis of overpressure mechanism shows shale facies on Sepinggan delta sequences, "Pekerjaan" field, potentially be a source rock and the overpressure phenomenon, i.e centroid and shoulder effect affect laterally hidrocarbon migration.
Kata Kunci : Overpressure, estimasi tekanan pori, in-situ stress, cekungan Kutai Bawah