Analisis Kegagalan Proses Penagihan Piutang Penjualan Pada PT. Aisin Indonesia Automotive
KOMANG YOGA PRAMANA PUTRA, Nurul Indarti, Silvilokonom., Cand. Merc., PhD
2016 | Tesis | S2 ManajemenPT. Aisin Indonesia Automotive bergerak dibidang manufaktur komponen otomotif roda empat atau mobil. Perusahaan joint venture antara Aisin Seiki Co. Ltd. Jepang dan PT. Astra Otopart Tbk. Proses peleburan timah dan injection plastik menjadi bisnis utama untuk menunjang komponen mesin dan bagian pintu mobil. Perusahaan yang baru berdiri di tahun 2014, memiliki banyak pengeluaran untuk persiapan produksi dalam usaha memenuhi permintaan pelanggan. Kondisi ekonomi indonesia disektor otomotif yang cenderung stagnan berdampak pada permintaan pelanggan yang masih jauh dibawah kapasitas produksinya. Penurunan pendapatan dari penjualan produk mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian. Piutang penjualan yang melebihi jatuh tempo memperburuk kinerja keuangan perusahaan. Arus kas yang terganggu membawa perusahaan memasuki kondisi Financial Distress yang merupakan gejala awal menuju kebangkrutan. Penulis menganalisa faktor-faktor apa saja yang meyebabkan kegagalan proses penagihan piutang yang merupakan bagian dari siklus pendapatan dengan menggunakan metode kualtitatif dengan melakukan wawancara pada pihak-pihak yang terlibat dalam proses penagihan dan menggunakan diagram sebab-akibat serta diagram tulang ikan (fishbone). Atas analisa yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa: Proses penagihan yang diawali dari penerimaan pesanan pelanggan, pengiriman barang, penagihan pembayaran dan penerimaan uang merupakan rangkaian yang saling terkait satu dengan yang lain. Faktor penyebab kegagalan tidak hanya ada pada proses penagihan tetapi juga ada pada proses pengiriman barang. Proses konfirmasi tagihan dengan pelanggan serta antisipasi kegagalan fungsi sistem yang tidak memiliki aturan yang jelas menjadi penyebab kegagalan dari faktor prosedur. Penulisan format nomor pesanan dan entri data secara satu per satu menjadi penyebab kegagalan dari faktor sistem. Faktor manusia yaitu tidak melakukan pengecekan kelengkapan tagihan menjadi penyebab kegagalan proses penagihan.
PT. Aisin Indonesia Automotive is a particular company of manufacturing for four wheels or car automotive components. The company has a joint venture between Aisin Seiki Co. Ltd. Japan and Astra Otopart. The company which was established in 2014, has a lot of expenses for the production preparation in order to meet customer demand. Indonesian economic condition in automotive sector, which tends to be stagnant, has an impact on customer demand which is still unbalanced from its production capacity. The decreasing of revenues from product sales makes company loss. Account Receivables which exceed maturity date of a loan worsen the company's financial performance. Interrupted cash flow leads the company into Financial Distress condition which is an early symptom toward bankruptcy. The writer analyzes the factors that cause the failure process of receivables billing that is part of the revenue cycle using qualitative method by interviewing the parties involved in the billing process and using causal diagrams and fishbone diagrams. From the analysis, the conclusions are as follows: Billing process that begins from the receipt of customer orders, delivery, billing payment and cash receipt, is an interrelated series. Factors causing the failure are not only in the billing process but also in the delivery process. The Processes of billing confirmation to the customers, and anticipating malfunction system that does not have clear rules cause failure of a procedure factor. Writing format of ordering code, and data entry one by one cause failure of the system factor. The human factor that does not verify the completeness of the bill causes failure of billing process.
Kata Kunci : Key words: account receivable, financial distress, business failure, revenue cycle, fishbone.