Laporkan Masalah

PENGUKURAN KESIAPAN KAPITAL INSANI DAN KAPITAL ORGANISASIONAL SEBAGAI ASET STRATEGIS TAK BERWUJUD PT PLN UNIT PEMBANGKITAN JAWA BALI PADA PROGRAM PLTU PERCEPATAN TAHAP I

AL SUSILO HANDOKO, T. Hani Handoko Dr., M.B.A

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Intisari Menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan kebutuhan energi listrik, pemerintah Republik Indonesia menugaskan PT PLN (Persero) untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) percepatan tahap pertama (FTP I) berbahan bakar batubara rendah kalori. PLN merespon penugasan pemerintah dalam penugasan projek PLTU berbahan bakar batubara ini dengan mengoptimalkan kompetensi korporasi yang dimiliki, kompetensi inti dan non kompetensi inti beragam dalam bidang-bidang: pembangkitan, transmisi, distribusi, enjiniring, logistik, konstruksi, riset dan pengembangan, pengujian dan sertifikasi. Kompetensi inti dan non inti yang dimiliki pada seluruh aspek bisnis kelistrikan, terus berkembang dan terorganisasi, ditengah adanya kompetisi penyediaan energi listrik oleh listrik swasta. PLN menugaskan anak perusahaan pembangkitan sebagai penyedia jasa pengoperasian dan jasa pemeliharaan fasilitas pembangkit PLTU FTP 1, dalam rangka pengembangan kapabilitas PLN dan anak perusahaan kemudian mengembangkan bisnis unit strategis (Strategic Business Unit - SBU) sebagai model pengelolaan aset, penugasan pengelolaan aset PLTU percepatan tahap pertama dari pemerintah. Di tahun tahun awal operasional PLTU FTP I memperlihatkan kinerja operasional yang rendah dan terjadi banyak kerusakan peralatan PLTU FTP I, sulit dibedakan apakah gejala tersebut bersifat temporer atau akan hilang dengan sendirinya secara permanen nantinya. Melakukan analisis pada SBU dan anak perusahaan yang berkaitan dengan implementasi strategi korporasi memerlukan kehati-hatian untuk secara jernih melihat persoalan yang sebenarnya terjadi, penggunaan peta strategi Balanced Scorecard, penggunaan kerangka VRIO untuk menganalisa dan mengelompokan kompetensi strategik SBU, strategi sumberdaya manusia dalam proses implementasi strategi, dan pengukuran kesiapan strategis aset tak berwujud pada Kesiapan Kapital Insani (Human Capital Readiness) dan Kesiapan Kapital Organisasional (Organisational Capital Readiness) akan memperjelas analisis terhadap kinerja SBU dan anak perusahaan dalam strategi diversifikasi terhubung yang dilakukan perusahaan.

Abstract Facing the challenges of economic growth and the growth of electricity demands, the Indonesian Republic Government assigned PT PLN (Persero) to develop Steam Turbine Power Plant acceleration program of the first stage FTP I coal-fired low-calorie. PLN responds to the government���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s assignment in coal-based power plant program by optimizing the competence of corporation owned, core competencies and diverse non-core competencies in the areas of generation, transmission, distribution, engineering, logistics, construction, research and development, examination and certification. Core and non core competence in almost all aspects of the electricity business, continues to grow and organized, despite of the competition among the public and private power providers. PLN commissioned a subsidiary of generation as a provider of operations and maintenance services of power facilities, power plants acceleration in the development of business, Business Strategic Units as an asset organizer, the assignment of asset management power plant acceleration of the first stage from the government. In the beginning year of the operational indicated by the lower of operational performance and the damage of the PLTU FTP I���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s equipments extensively, difficult to distinguish whether the symptoms are temporary or will disappear permanently later. Analysis on SBU and its subsidiaries relating to the implementation of corporate strategy need carefulness to see clearly the real issue that happens, the usage of the theory about strategic readiness of human resources in the process of implementing strategy, the usage of mapping strategy balanced scorecard, and measurements in human capital readiness will clarify the analysis of the sbu���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s performance and its subsidiaries in the strategy of the company.

Kata Kunci : Diversifikasi terhubung, Pengukuran Kesiapan Kapital Insani dan Kapital Organisasional Strategis, Analisa Kerangka VRIO.

  1. S2-2016-327493-abstract.pdf  
  2. S2-2016-327493-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-327493-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-327493-title.pdf