Laporkan Masalah

PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMILIH PRODUK PANGAN OLAHAN YANG AMAN DI KOTA PONTIANAK

EKA MULYANTI, Dr. Atik Triratnawati, MA.; Idei Khurnia Swasti, S.Psi, M.Psi

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang. Pembuatan keputusan untuk mengonsumsi makanan, kategori aman merupakan poin penting yang tidak dapat dinegosiasikan. Posisi Kota Pontianak yang berdekatan dengan negara-negara ASEAN seperti Malaysia (Kuching dan Serawak), Brunei Darussalam dan Singapura semakin memperkuat peredaran produk impor salah satunya produk pangan di kota tersebut. Ibu rumah tangga berperan dalam pemilihan makanan, penyiapan makanan dan menjaga kesehatan keluarga. Semakin banyaknya produk pangan yang beredar, membuat para ibu rumah tangga harus semakin cerdas dan jeli sebelum mengambil keputusan untuk mengonsumsi. Pemberian informasi telah banyak dilakukan oleh BBPOM Pontianak kepada masyarakat agar terhindar dari risiko pangan yang tidak aman. Tujuan penelitian. Untuk mengetahui perilaku ibu rumah tangga (IRT) di Kota Pontianak dalam memilih pangan olahan yang aman setelah ada penyebaran informasi oleh BBPOM Pontianak. Metode penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data diambil melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian adalah ibu rumah tangga di Kota Pontianak yang dapat membaca dan menulis, rutin berbelanja kebutuhan pangan rumah tangga, dan sudah pernah terpapar informasi tentang pemilihan pangan yang aman. Hasil. Kriteria utama yang diperhatikan oleh ibu rumah tangga di Kota Pontianak dalam memilih pangan olahan yang aman adalah waktu kadaluarsa produk, kehalalan, dan kemasan. Kriteria lain yang ikut diperhatikan adalah harga dan merk. Nomor izin edar dan komposisi tidak menjadi kriteria utama mereka. Perilaku ibu rumah tangga dalam memilih dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, umur, pendidikan, dan tingkat pendapatan. Selain itu pemilihan tempat berbelanja juga ikut mempengaruhi. Ibu rumah tangga di Kota Pontianak belum sepenuhnya memahami arti penting keamanan pangan. Pengetahuan tentang pemilihan pangan olahan aman yang mereka miliki tidak menjamin bahwa mereka akan mengaplikasikannya dalam perilaku di keseharian mereka. Kesimpulan. Banyaknya informasi dan edukasi yang telah diberikan oleh berbagai pihak (Pemerintah Kota Pontianak & BBPOM Pontianak) melalui berbagai media, ternyata belum optimal menggiring perilaku ibu rumah tangga untuk lebih teliti dalam memilih pangan olahan yang aman untuk dikonsumsi.

Background. Making decision to consume food, safe category is an important point that can not be negotiated. The position of Pontianak City which neighboring with another ASEAN countries such as Malaysia (Kuching and Sarawak), Brunei Darussalam and Singapore, strengthens the distribution of imported products from those countries. Housewives plays a role in selecting foods, preparing food, and maintaining families health. Due to increasing amount of food products distribution, so the housewife should be more intelligent and careful before making the decision to consume. The provision of information has been done to public by BBPOM Pontianak to avoid the risk of food insecurity. Purpose. To find out the behavior of housewives in Pontianak about selecting processed food safely after the provision of information by BBPOM Pontianak. Method. This research is a descriptive qualitative study with phenomenological approach. Data retrieved through interviews and observations. Subjects were housewives in Pontianak who can read and write, shopping household food needs regularly, and have been exposed by information about selecting food safely. Results. The focus main criterias for the housewives in Pontianak City in selecting processed food safely are the expired date of products, halal, and packaging. The other criteria are the prices and brands. Distribution authorization number and the composition does not become their main criteria. The housewives behavior in making decision to choose are influenced by knowledge, age, education and income levels. Besides that, the selection of shopping place also affecting. The housewives in Pontianak do not fully understand the importance of food safety. Their knowledge of safe processed food selections does not guarantee that they will apply it in daily life behavior. Conclusion. The amount of information and education that has been given by various side (Government of Pontianak City & BBPOM Pontianak) through many kind of media, shown not optimal yet to guiding the housewives behavior to be more careful in safe choosing processed foods to consume.

Kata Kunci : food safety, consumer behavior, food selecting, housewives.

  1. S2-2016-371441-abstract.pdf  
  2. S2-2016-371441-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-371441-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-371441-title.pdf