Laporkan Masalah

TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM EDITORIAL THE NEW YORK TIMES

LINA HIDAYATUS S, Dr. Aris Munandar, M. Hum

2016 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Tesis ini membahas tentang tindak tutur direktif yang terdapat dalam kolom Editorial dalam media massa The New York Times. Tesis ini mendeskripsikan tentang bagaimana jenis dan fungsi tindak tutur direktif, faktor dominan apa yang mempengaruhinya, dan strategi apa yang digunakan dalam tindak tutur direktif. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur dari John Austin (1962) yang kemudian dilanjutkan oleh Searle (1969). Untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi munculnya tindak tutur direktif, digunakan teori SPEAKING dari Dell Hymes (1972). Adapun tingkat kesopanan dalam media massa ini dianalisis menggunakan strategi kesopanan berbahasa dari Brown dan Levinson (1987). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sementara teknik analisis data menggunakan metode kontekstual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) jenis tindak tutur yang sering digunakan adalah tindak tutur tidak langsung dengan modus kalimat deklaratif. Karena target readers adalah kelompok berpendidikan tinggi, bahasa yang digunakan adalah secara formal, jelas, lugas dan tidak mengandung banyak kalimat perintah ataupun pertanyaan. Diantara fungsi tindak tutur direktif yang digunakan adalah menyarankan, mengingatkan, meminta, menuntut, memaksa, dan mengajak. 2) faktor dominan yang mempengaruhi tindak tutur direktif adalah participants. 3) strategi kesopanan yang digunakan adalah kesopanan positif dan negatif. Kesopanan positif menggunakan penawaran dan ungkapan yang mengandung rasa optimis sedangkan kesopanan negatif menggunakan ungkapan secara tidak langsung, memberikan penghargaan, dan menyatakan tindakan mengancam muka sebagai peraturan yang berlaku secara umum. Kata kunci: Tindak tutur, direktif, Strategi kesopanan, Editorial The New York Times.

This research investigates directive speech act in the Editorial of The New York Times. It describes the kinds and functions of directive speech act, the dominant factor influencing it, and strategies used in directive speech act. This research applies John Austin's speech act (1962) which is advanced by Searle (1969). To analyze the factors influencing the appearance of directive speech act, it uses SPEAKING theory from Dell Hymes (1972). The analysis on the level of politeness uses politeness strategy of language from Brown and Levinson (1987). The research uses descriptive qualitative method while data analysis uses contextual method. The result of this research shows that 1) the most frequently used of speech act is indirect speech act using declarative sentence. Because the target readers are well educated readers, the editorial uses formal, clear, and direct language containing less imperative and interrogative sentences. The functions of directive speech act is suggesting, reminding, asking, demanding, forcing, and inviting. 2) the dominant factor influencing directive speech act is participant. 3) politeness strategies are conducted by using positive and negative politeness. Positive politeness strategies use offering and optimistic expression while negative politeness strategy uses conventionally indirect exspression, giving deference, and stating the FTA as a general rule.

Kata Kunci : Speech act, directive, speech situation, politeness strategy, Editorial of The New York Times.

  1. S2-2016-370934-abstract.pdf  
  2. S2-2016-370934-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-370934-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-370934-title.pdf