Laporkan Masalah

Taman Budaya di Kota Lama Semarang berbasis Olah Desain Arsitektur Pusaka

ASFARINA RIANDRA, Dr. Eng. Ir. Laretna Trisnantari Adishakti, M. Arch

2016 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Berawal dari keprihatinan keadaan Kota Lama yang mati, adanya upaya revitalisasi sangat diperlukan untuk memanfaatkan potensi yang ada. Dengan menghubungkan kebutuhan akan public space sebagai wadah ekspresi kebudayaan Semarang dan bagi komunitas dengan status Semarang sebagai incaran investor, Taman Budaya merupakan bangunan yang sesuai untuk menjawab berbagai kebutuhan di Semarang. Bertujuan utama sebagai upaya pelestarian pusaka, baik pusaka budaya dan bangunan pusaka, mendukung Kota Lama sebagai World Heritage UNESCO. Taman Budaya di Kota Lama Semarang berbasis Olah Desain Arsitektur Pusaka adalah jawaban dari masalah yang ada. Tak hanya menjawab persoalan bangunan dengan kebutuhan yang kompleks, penataan kawasan juga tak dapat terlepas dari Kota Lama sebagai kawasan pusaka. Memiliki potensi yang kuat, dengan lokasi strategis, profit yang menjanjikan, dan menjawab kebutuhan akan public space yang kompleks, eksistensi Taman Budaya ini tidak diragukan.

Based on concern about the conditions of Kota Lama, is needed to use its potential. Connecting between requirement of public space to accomodate the culture and the investor, Cultural Park is the right answer. Intend to conserve Semarang’s culture, both tangible culture and intangible culture, is supporting Kota Lama as World Heritage UNESCO. Cultural Park in Kota Lama Semarang with infill building approach will solve all of problems in Semarang. Not only design a complex building, but also planning about the area of Kota Lama. Has a strong potential, the best location, a good profit, and answer the needed of a complex public space, this Cultural Park will exist.

Kata Kunci : Taman Budaya

  1. S1-2016-333659-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333659-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333659-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333659-title.pdf