Laporkan Masalah

Modal Sosial Penghubung Komunitas Tuli di Yogyakarta (Studi tentang Modal Sosial Penghubung Komunitas Tuli yang tergabung dalam Deaf Art Community Yogyakarta)

DIAN KARINAWATI I, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M.Si. ; Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.

2016 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

INTISARI Komunitas masyarakat Tuli memiliki identitas sosial dan budayanya sendiri sebagai kelompok minoritas bahasa (linguistic minority group). Melalui kesenian, komunitas Tuli, Deaf Art Community Yogyakarta menyuarakan Hak dan Budaya Tuli. Selain kesenian, kontribusi bagi perkembangan Bahasa Isyarat Indonesia merupakan bagian dari kekayaan atas keberagaman yang coba di dengungkan komunitas kepada masyarakat umum. Menariknya, komunitas ini menggunakan nilai � nilai modal sosial sebagai kekuatan pergerakan komunitas. Padahal sebagai kelompok yang mengalami eksklusi, kelompok masyarakat Tuli menghadapi rintangan yang cukup besar dalam mengakses jaringan sosial, kepercayaan dan norma dari masyarakat umum. DAC menggembangkan modal sosial penghubung (bridging social capital) untuk menjembatani integrasi komunitas dalam masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk menggali karakteristik modal sosial penghubung yang ada di komunitas Tuli, yaitu Deaf Art Community Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Peneliti menggunakan observasi, wawancara indepth interview dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik modal sosial penghubung di DAC terdiri dari kepercayaan general, jaringan dengan masyarakat umum dan norma general. Kepercayaan general yang ada di komunitas DAC dibangun atas optimism untuk berkembang, keterbukaan dan kerjasama DAC dengan masyarakat umum melalui pertunjukkan kesenian dan kelas Bahasa Isyarat. Jaringan briding yang ada di komunitas DAC dilihat adanya ikatan sosial, komunikasi dan akses informasi yang dibangun komunitas DAC dengan masyarakat umum. Norma general yang ada di komunitas DAC terdiri nilai kesetaraan, nilai kekeluargaan dan pemahaman serta resiprositas untuk berkontribusi dalam masyarakat umum. Modal sosial penghubung (bridging) di dalam komunitas juga berimplikasi positif terhadap integrasi DAC dalam masyarakat umum.

ABSTRACT Deaf community has their own social and cultural identity as linguistic minority group. Through arts performance, Deaf Art Community (DAC) Yogyakarta voices the Deaf Culture and Rights. Inherent with Arts, DAC give contribution to the development of Indonesian Sign Language as heritage of diversity which Deaf community tried to spread in mainstream community. Impressively, the Deaf community using social capital values as a power to trigger the community. Nevertheless, as excluded community, Deaf community faced complex barriers to access social network, trust and norms in mainstream community. Bridging Social Capital is potential values that can associate Deaf community into mainstream community. The presence of DAC through arts performance, built social contact and interaction has showed the existence of bridging social capital. The aim of this research is finding the characteristics of bridging social capital in Deaf community DAC Yogyakarta. The research used qualitative method with descriptive analysis approach. Data collected through in-depth interview, observation and documentation. The findings of this research are kinds of bridging social capital in DAC consists of general trust, bridging network and general norms. General trust in DAC found from optimism of self-development, openness and cooperation through the arts performances and sign language classes. Bridging network in DAC could be seen from social bonding, communication and access of information that the Deaf communities built to the mainstream society. General norms in DAC based on the equality, respect on family values, value of understanding and reciprocity to the mainstream society. The bridging social capital also has positive implication for the integration of Deaf Community DAC into mainstream community.

Kata Kunci : Kata kunci : modal sosial bridging,komunitasTuli, Bahasa Isyarat, Deaf Art

  1. S2-2016-373063-abstract.pdf  
  2. S2-2016-373063-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-373063-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-373063-title.pdf