Laporkan Masalah

STRATEGI EKSISTENSI KELEMBAGAAN KELOMPOK JATI HUSADA MULYA (Studi di Dusun Watu, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul)

RIZKY VIDYA MUHARANI, Dr. S. Djuni Prihatin, M.Si

2016 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa masih banyak unit usaha mikro di Indonesia yang tidak dapat mempertahankan keberlanjutan usaha mereka karena berbagai faktor seperti kurangnya modal, rendahnya tingkat pendidikan sumber daya manusia, kurangnya akses pemasaran dan lemahnya sistem kelembagaan dalam organisasinya. Saat membicarakan eksistensi unit usaha mikro, bisnis dan kelembagaan menjadi dua hal yang saling bersinggungan. Perkembangan globalisasi di bidang ekonomi seperti munculnya persaingan perdagangan bebas merupakan salah satu tantangan tersendiri bagi keberlangsungan unit usaha mikro di masa depan. Jati Husada Mulya (JHM) merupakan salah satu unit usaha mikro jamu instan yang dikelola oleh sekelompok ibu-ibu penjual jamu di Dusun Watu, Desa Argomulyo, Bantul. JHM merupakan kelompok unit usaha yang memiliki pendapatan paling besar dan paling stabil dibandingkan dengan tiga kelompok jamu lain di Desa Argomulyo. Usaha jamu dipilih karena saat ini persaingan unit usaha jamu di Indonesia bukan lagi milik pelaku unit usaha mikro semata tetapi juga mulai dimanfaatkan oleh perusahaan besar seperti Sido Muncul, Jamu Jago, dsb. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan yang terlibat terdiri dari pengurus, anggota, dan pendamping kelompok. Teori yang digunakan dalam adalah konsep dasar eksistensialisme dari Jean Paul Sartre yang dikombinasikan dengan teori pilihan rasional James S Coleman dan empat dimensi kelembagaan Ronald Mackay serta disesuaikan dengan berbagai konsep mengenai kelembagan kelompok dan hasil penelitian pengembangan usaha mikro sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi eksistensi kelembagaan yang dilakukan JHM adalah melalui strategi kepemimpinan dengan mengimplementasi peraturan untuk meningkatkan komitmen dan tanggung jawab anggota kepada kelompok misalnya pemberian punishment bagi anggota yang dianggap tidak memberikan kontribusi positif terhadap kelompok. Kelompok juga mengadakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari Selasa untuk meningkatkan intensitas pertemuan antar anggota dan dijadikan sebagai sarana penyelesaian permasalahan kelompok. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada kelompok yaitu merealisasikan peraturan pergantian pengurus yang lebih sistematis. Selain itu, peningkatan reward bagi anggota juga penting untuk meningkatkan motivasi anggota terhadap kontribusi kelompok. Adanya pelatihan pembuatan proposal kerjasama akan bermanfaat bagi kelompok. Hal ini dapat digunakan sebagai penguatan dimensi kelembagaan yang bermanfaat untuk mendukung strategi kelompok.

This research motivated by the fact that there are so many micro industry in Indonesia which could not mantain their sustainability because of some factors, such as lack of capital, low human education, lack of access to market, and lack of institutional organizational system. When we discuss about micro unit existence, business and institutional is two thing that related. Globalization in economic aspect such as free trade era is one of micro unit industry challenge in the future. Jati Husada Mulya (JHM) is one of herbal-micro-unit industry, managed by a group of herbalist women in Dusun Watu, Argomulyo, Bantul. JHM has the largest income and the most stable herbalist organization rather than three other group in Desa Argomulyo. Herbal has been chosen as the topic because, nowadays, competition herbal medicine business in Indonesia not only happen in micro unit but also happen in macro unit such as Sido Muncul, Jamu Jago, etc. This research used qualitative method. JHM management team, JHM members and JHM group companion are took part as research informant. This research also used existentialism theory from Jean Paul Sartre, combined with rational choice theory from James S Coleman, analyzed using four institutional dimention from Ronald Mackay and adjusted with some previous micro business unit research. The result shows that institutional existence strategy that has been used by JHM consist of leadership strategy which implementing rule to increase members commitment and responsibility. For the example, JHM has given punishment for members who does not contribute positively to the group. JHM also has organized weekly activity every Tuesday to increase meeting intensity of members. Weekly meeting also used to solving group problems. From now on, JHM can creating management system that more integrated than before, and to motivating member group contribution, JHM can try to increasing rewards for members. Training proposal making can be used to corroborate institutional aspect that supporting group business strategy.

Kata Kunci : Strategi, Eksistensi, Kelembagaan Kelompok

  1. S2-2016-372984-abstract.pdf  
  2. S2-2016-372984-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-372984-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-372984-title.pdf