Laporkan Masalah

PENGGUNAAN FUNDAMENTAL AKUNTANSI DALAM PEMILIHAN PORTOFOLIO: STUDI EMPIRIS DI BURSA EFEK INDONESIA 2011-2013

ANGGA WIJAYA , Zaki Baridwan, Prof. Dr., M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Pemilihan saham-saham dalam proses pembentukan portofolio merupakan tahapan yang sangat penting. Terdapat dua teknik analisis yang dapat digunakan dalam pemilihan saham tersebut yaitu analisis teknikal dan fundamental. Analisis fundamental memiliki kelebihan dibandingkan dengan analisis teknikal, beberapa diantaranya adalah dapat mencerminkan keadaan sebenarnya, dapat menjelaskan lebih tepat mengapa harga naik atau turun, memberikan dasar yang logis dalam pengambilan keputusan investasi dan dapat digunakan untuk jangka panjang. Salah satu analisis fundamental yang banyak diteliti adalah value strategies. Penelitian-penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa value strategies (value stock) memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan naive strategies (glamour stock). Value strategies merupakan strategi membeli saham-saham yang memiliki harga pasar yang lebih rendah (underpriced) dibandingkan dengan earnings, dividend, book value, cash flow, ataupun penilaian lain yang berhubungan dengan nilai fundamental suatu perusahaan. Nilai fundamental perusahaan lain yang telah diteliti dan memiliki korelasi yang positif terhadap harga saham adalah short-run investment, long-run investment, growth oppurtunities, dan book to market ratio. Penelitian ini mencoba menggunakan variabel short-run investment, long-run investment, growth oppurtunities, dan book to market ratio dalam memilih saham yang akan dikategorikan sebagai value stock dan glamour stock dalam pembentukan portofolio. Kinerja portofolio lalu diukur menggunakan Reward to Variablitiy (RVAL) dan diberikan ranking dari yang tertinggi hingga yang terendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji konsistensi penggunaan value strategies dalam memberikan return yang lebih tinggi dibandingakn naive strategies dan menilai kinerja dari masing-masing portofolio. Sampel diambil dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang terdaftar sejak tahun 2010 dan aktif sampai dengan 2013. Data harga saham yang digunakan adalah data saham tahun 2011 sampai dengan 2014. Berdasarkan pengujian statistik disimpulkan bahwa value strategies menghasilkan rata-rata return yang tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan naive strategies. Dikarenakan hasil uji statisik yang menunjukkan tidak adanya perbedaan rata-rata return tahunan maka pengukuran kinerja portofolio tidak dapat dilakukan.

Stock selection is one of the most important step in building a portfolio. There are two analysis tool that can employ to select a stock that is technical analysis and fundamental analysis. The advantage of fundamental analysis compare with technical analysis are it more reflecting the actual condition, can explain more precisely why the price go up and down, give logical understanding on investment decision, and can use for long-term investment period. One of the most researched in fundamental analysis are the value strategies. Previous research show that value strategies outperform the naive strategies in giving return. Value strategies call for buying stocks that have low prices (underpriced) relative to earnings, dividend, book value, cash flow, or other measures of fundamental value. Research about other fundamental value that have positive association with stock price are short-run investment, long-run investment, growth oppurtunities, and book to market ratio. This research will use the fundamental value of short-run investment, long-run investment, growth oppurtunities, and book to market ratio that will categorized into value stock and glamour stock in building the portfolio. Portfolio performance will be measured with Reward to Variablitiy (RVAL) and rank from the highest to the lowest. The purpose of this research are to test the consistency of value strategies outperform the naive strategies in giving return and measure the performance of each portfolio. Sample were taken from Indonesia Stock Exchange for the company that registered since 2010 and active up to 2013. Stock price were taken from 2011 to 2013. Statistical test conclude that value strategies has an average return that is not significantly different compare to naive strategies. Because there has no significant different on average return of portfolio so the measurement of portfolio performance is unapplicable.

Kata Kunci : Stock selection, fundamental analysis, value stock, value strategies, glamour stock, naive strategies

  1. S2-2016-343729-abstract.pdf  
  2. S2-2016-343729-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-343729-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-343729-title.pdf