Perancangan Kampung Wisata Budaya Dengan Pendekatan Akulturasi Budaya Jeonju Dan Kediri
NINA NOVITA WULANDARI , Alexander Rani Suryandono, S.T, M.Arch
2016 | Skripsi | S1 ARSITEKTURIndonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dibuktikan dengan banyaknya peninggalan-peninggalan budaya baik fisik yang diantaranya berupa rumah adat, pakaian adat , prasasti ,candi dan sebagainya, serta peninggalan budaya yang sifatnya non-fisik seperti lagu daerah , upacara adat , dan sebagainya yang harus dilestarikan dengan baik keberadaannya. Ironisnya budaya lokal ini kurang diperhatikan baik oleh warga lokal maupun pemerintah sehingga tidak heran jika satu persatu peninggalan ini terkikis modernisasi dan mulai tenggelam oleh kemajuan zaman bahkan beberapa kali budaya ini menghadapi kenyataan pahit diklaim oleh negara asing. Kota Kediri merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki sejarah budaya yang kental namun kurang terawat dan kurang dipublikasikan dengan baik bahkan masyarakatnya kurang berperan aktif melestarikan budaya yang kian tergerus modernisasi. Salah satu masalah ini terjadi di Kota Kediri ,salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki sejarah budaya yang kental namun kurang terawat dan kurang dipublikasikan dengan baik bahkan masyarakatnya kurang berperan aktif melestarikan budaya yang kian tergerus modernisasi. Masyarakat lokal cenderung tertarik untuk mempelajari budaya asing. Salah satu budaya asing yang mengglobal hingga terbentuk banyak komunitas pecinta budaya asing ini secara global. Budaya ini ialah Budaya Jeonju yang merepresentasikan budaya korea. Jeonju adalah salah satu kota di korea selatan.Dari sini muncul gagasan bahwa bukan mustahil untuk menghadirkan budaya luar, yakni budaya jeonju (korea) di kota Kediri dengan memadukan budaya lokal didalamnya dan dirangkum dalam suatu Kampung Wisata Budaya. Menciptakan satu ruang yang dapat mewadahi pengenalan 2 budaya secara bersamaan, dengan menggandeng budaya luar tanpa meninggalkan budaya lokal, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri meningkatkan peminat dan pengunjung untuk mengenal , belajar dan melestarikan.
Indonesia is one of country with thousand various culture which is proven by the existence with not only physical cultures such as traditional house , traditional clothes , ancient inscription, temple and etc , but also non-physical culture for instance traditional song , ceremonial , dance and etc that have to be well-maintained so it will not disappear by the time. Unfortunately , this local content nowadays is ignored by both local people and goverment which led to illegal claiming of some local culture by neighboor countries. It can not be denied that people's life style has been changing and keeping culture lingers longer is not considered as crucial need. The same case has occured in one of city in Indonesia Kediri City which is well-known about it's cultural history but it has no deep effort to save the existence of its culture since this city is changing dy the day with the impact of modernisation era. Local people tends to be easily attracted by foreign culture , and forgetting the fact that they have their own culture that must be maintained and explored. In other case , there is one of city at South Korea named Jeonju. Jeonju has the strong history and culture but the important thing is that its culture had globalized and being enjoyed not only by local people but also people around the worlds. Therefore the design of Cultural Tourism Village where an acculturation between 2 cultures without sacrificing its own essence is needed. It is designated to facillitate the community and introducing both culture at once. At last the big goal of the design attracts local people to deeply dig their own culture.
Kata Kunci : Kata Kunci : Budaya Kediri, Budaya Jeonju,Akulturasi , Kampung Wisata Budaya