Hubungan antara Kecemasan Terhadap Masa Depan dengan Motivasi Belajar Siswa SMA "X"
HANNA RAHMAWATI, Amrizal Rustam, Drs. SU
2016 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIMotivasi memiliki peran penting dalam proses belajar karena motivasi merupakan proses internal yang mengaktifkan, menuntun, dan mempertahankan perilaku belajar dari waktu ke waktu. Motivasi belajar yang rendah diasosiasikan dengan siswa yang kehilangan arah dan tidak dapat mempertahankan perilakunya untuk terus belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah kecemasan terhadap masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan terhadap masa depan dengan motivasi belajar pada siswa SMA "X". Variabel tergantung dari penelitian ini adalah motivasi belajar dan variabel bebasnya adalah kecemasan terhadap masa depan. Hipotesis dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang positif antara kecemasan terhadap masa depan dengan motivasi belajar. Subjek penelitian adalah 131 siswa SMA "X". Skala yang digunakan merupakan modifikasi dari skala motivasi belajar Astikasari (2015) dan skala kecemasan masa depan yang disusun berdasarkan aspek kecemasan dari Calhoun dan Acocella (1990). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi product moment dari Pearson. Hasil dari penelitian menunjukkan r=-0,78 dan p>0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara kecemasan terhadap masa depan dengan motivasi belajar sehingga hipotesis dari penelitian ini ditolak.
Motivation has an important role in the learning process because motivation is an internal process that activates, guides, and maintain learning behavior from time to time Low learning motivation is associated with students who lose their purpose and can not keep their behavior to continue learning. One of factors that influence learning motivation is future anxiety. The purpose of this research is to find out the correlation between future anxiety and learning motivation in students of "X" high-school. The dependent variable of this research is learning motivation and the independent variable is future anxiety. The hypothesis of this research was that there is a positive relationship between future anxiety and learning motivation. The subject of this research were 131 students from "X" high-school. This research used modification of learning motivation scale by Astikasari (2015) and future anxiety based on Calhoun and Acocella (1990) as the measurement tools. Pearson's product moment correlation technique is used as data analysis methods.The result of the study shows r=-0,78 and p>0,05 which means that there is no correlation between future anxiety and learning motivation. The hypothesis of the research is denied.
Kata Kunci : learning motivation, future anxiety