Laporkan Masalah

PEMBENTENGAN DALAM ARTIKEL PENELITIAN ILMIAH DALAM BAHASA INGGRIS

TOFAN DWI HARDJANTO, Prof.Stephanus Djawanai, M.A., Ph.D., ; Prof.Dr. Soepomo Poedjosoedarmo

2016 | Disertasi | S3 Linguistik

Di dalam karya tulis ilmiah banyak dijumpai pemakaian bentuk-bentuk lingual seperti about, appear, may, perhaps, suggest, yang mengungkapkan perkiraan, kemungkinan, ketidakpastian dan tentatifitas. Ungkapan-ungkapan seperti itu memiliki peran yang sangat penting dalam artikel penelitian ilmiah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari seluk-beluk pembentengan, terutama dalam hal bentuk-bentuk lingual pengungkapnya dan fungsi-fungsi pemakaiannya dalam artikel penelitian ilmiah dalam bahasa Inggris. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebuah korpus yang terdiri dari 75 artikel penelitian empiris yang diterbitkan dalam berbagai jurnal internasional berbahasa Inggris dalam bidang ekonomi, linguistik, kedokteran, MIPA dan teknik dianalisis secara kuantitatif dengan bantuan metode korpus linguistik untuk menelaah bentuk-bentuk lingual pengungkap pembentengan yang digunakan di dalamnya. Korpus yang sama juga dianalisis secara kualitatif untuk mengkaji fungsi-fungsi serta motivasi yang melandasi pembentengan yang digunakan di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hal bentuk, pemakaian pembentengan tidak terlalu berbeda dalam kelima bidang yang diteliti. Ini mengisyaratkan bahwa bidang ilmu agaknya tidak mempengaruhi frekuensi pemakaian pembentengan. Namun demikian, hampir semua kategori bentuk pembentengan menunjukkan perbedaan pemakaian yang sangat signifikan dalam bidang-bidang tersebut, kecuali pemakaian konstruksi kondisional dan konstruksi interogatif. Bentuk yang paling banyak digunakan adalah bentuk non-leksikal konstruksi pasif. Bentuk ini cenderung lebih banyak digunakan dalam bidang MIPA, teknik dan kedokteran daripada linguistik dan ekonomi. Sebaliknya, pemakaian verba modal epistemis jauh lebih banyak digunakan dalam bidang linguistik dan ekonomi daripada ketiga bidang yang lain. Hal ini berlaku juga untuk pemakaian adverbia, ajektiva dan nomina epistemis, sedangkan pemakaian konstruksi impersonal ditemukan merata dalam kelima bidang tersebut. Adapun konstruksi kondisional dan interogatif sulit dideteksi variasinya karena frekuensi pemakaiannya yang rendah. Hasil ini tampaknya mengindikasikan bahwa perbedaan pembentengan bukan terletak pada pemakaiannya secara umum, namun pada frekuensi bentuk-bentuk tertentu dalam kelima bidang yang diteliti tersebut. Di samping itu, bentuk pembentengan juga ditemukan bervariasi dalam keempat bagian dari artikel penelitian. Pemakaian pembentengan paling banyak dijumpai dalam bagian Pembahasan dan paling sedikit dalam bagian Pengantar, sedangkan dalam bagian Metode dan Hasil hampir sama frekuensi pemakaiannya. Pola pemakaian bentuk pembentengan dalam keempat bagian tersebut serupa dengan pola dalam kelima bidang, dengan konstruksi pasif menduduki posisi terbanyak, diikuti oleh verba modal epistemis, ajektiva dan adverbia epistemis, konstruksi impersonal, dan nomina epistemis. Selanjutnya, dalam hal fungsi, secara umum pembentengan dalam penelitian ini ditemukan sebagai strategi untuk mengelola ketegangan antara keinginan penulis artikel untuk menyampaikan klaim-klaim yang seluas mungkin cakupannya dan keinginan mereka agar klaim-klaim yang mereka ajukan tersebut dapat diterima dan diakui oleh masyarakat ilmiahnya sebagai pengetahuan baru. Di samping tujuan makro tersebut, pembentengan juga digunakan sebagai strategi defensif-protektif untuk melindungi baik proposisi, penulis maupun pembaca. Sebagai pelindung proposisi, pembentengan digunakan untuk menyampaikan informasi seakurat, seutuh dan seobjektif mungkin agar terhindar dari kemungkinan respons negatif dari pembaca. Untuk mencapai tujuan ini, penulis artikel menerapkan strategi inderterminasi yang direalisasikan oleh bentuk-bentuk seperti adverbia, ajektiva, dan nomina epistemis serta verba modal epistemis yang mengungkapkan perkiraan, kemungkinan dan ketidakpastian. Sebagai pelindung penulis, pembentengan digunakan untuk melindungi penulis dari kemungkinan kesalahan dengan cara membatasi atau bahkan menghindarkan diri dari komitmen terhadap isi proposisi yang mereka sampaikan. Hal ini dicapai dengan penerapan strategi objektifikasi yang kebanyakan direalisasikan oleh konstruksi pasif, konstruksi impersonal dan verba leksikal kognitif dan nonfaktif. Penerapan strategi ini memberi kesan objektif pada karya ilmiah mereka. Akhirnya, sebagai pelindung pembaca, pembentengan digunakan untuk menekankan pentingnya peran pembaca dalam proses negosiasi dan ratifikasi hasil-hasil penelitian. Dalam hal ini, untuk meningkatkan keberterimaan klaim-klaim yang mereka ajukan, penulis artikel memanfaatkan strategi subjektifikasi yang umumnya direalisasikan oleh pemakaian bentuk-bentuk pronomina persona pertama bersama-sama dengan verba kognitif atau verba nonfaktif, konstruksi kondisional dan konstruksi interogatif, untuk mengungkapkan bahwa informasi yang disampaikan bersifat pribadi dan tentatif. Penerapan strategi ini memberi kesan subjektif pada informasi yang dikemukakan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa mengingat lebih banyaknya pemakaian bentuk leksikal, bidang ekonomi dan linguistik sebagai sains lunak tampaknya lebih menonjolkan aspek tentatifitas, sedangkan bidang MIPA dan teknik sebagai sains keras cenderung lebih menonjolkan aspek objektifitas, terutama karena tingginya frekuensi pemakaian konstruksi pasif dan impersonal. Berada di antara keduanya adalah bidang kedokteran sebagai sains kesehatan, yang menunjukkan keseimbangan antara tentatifitas dan objektifitas.

In scientific writing many linguistic expressions such as about, appear, may, perhaps and suggest are used to express approximation, possibilities, uncertainties and tentativity. These expressions play a very important role in scientific research article. This research, therefore, aims to investigate such expressions used as hedging, particularly their linguistic forms and functions in English research articles. For this purpose, a corpus of 75 empirical research articles published in English in various international journals in economics, linguistics, medicine, natural sciences and engineering was analyzed quantitatively with the help of corpus linguistic method to examine the linguistic forms used to express hedging. The same corpus was also analyzed qualitatively to study the functions and motivations underlying the use of hedging in the articles. The results indicate that in terms of forms, no significant difference was detected in the use of hedging in the five fields under study. This suggests that fields of study do not seem to influence the use of hedging. However, almost all hedging categories, except conditionals and interrogatives, showed significant difference in the five fields of study. The most frequently used form was the passive construction. This category tended to be used more frequently in the fields of natural sciences, engineering and medicine respectively than in linguistics and economics. On the contrary, epistemic verbs were used more frequently in linguistics and economics than in the other three fields. This pattern also applies to the use of epistemic adverbs, adjectives and nouns whereas impersonal constructions were used relatively evenly across the five fields. As for conditionals and interrogatives, because of their relatively low occurences, it was difficult to detect their variation across the five fields. These results seem to suggest that differences appeared, not so much in the frequency of hedging overall, as in the frequency of particular categories of hedges. In addition, hedging was also used differently in the four sections of the research article. It was most frequently used in the Discussion section and least frequently in the Introduction, while its frequency in the Method and Results sections was found almost equal. The usage patterns of these hedging forms in the four sections were similar to those in the five fields of study, with the passive being the most frequently used, followed respectively by epistemic verbs, adjectives, adverbs, impersonal constructions and epistemic nouns. Next, in terms of functions, in general hedging in this research was found to be used as a strategy to manage tension between the research article writers need to present the strongest claims and their desire for their claims to be accepted and ratified by their scientific community as new knowledge. In addition to this general purpose, hedging was also used as a defensive-protective strategy to protect propositions, the writers themselves and the reader. To protect propositions, hedging was used to put forth information as accurately, completely and objectively as possible to avoid possible negative responses from the reader. To this end, the research article writers used indertermination which was commonly realized through the use of epistemic adverbs, adjectives, nouns and verbs expressing approximation, possibilities and uncertainties. To protect the writers, hedging was used to protect the writers from possible errors by limiting or even avoiding commitments to the propositions they put forth. This can be achieved through the use of objectification which was commonly realized through the use of the passive, impersonal constructions and cognitive and nonfactive epistemic verbs. This strategy gives an impression of objectivity to the writers scientific writing. Finally, to protect the reader, hedging was used to stress the importance of the readers role in negotiation and ratification of research results. In this case, to increase the acceptability of their claims, the writers used subjectification as a strategy which was generally realized by the use of first person pronouns together with cognitive and nonfactive verbs, conditionals and interrogatives to express that the information they put forth was personal and tentative. This strategy gives an impression of subjectivity. In general, it can be concluded that given the more frequent use of lexical hedges, linguistics and economics as soft sciences seem to have given more emphasis on tentativity whereas natural sciences and engineering as hard sciences more on objectivity, particularly due to the more frequent use of the passive and impersonal constructions. In between these two is medicine as health science, which indicates a balance between tentativity and objectivity.

Kata Kunci : artikel penelitian ilmiah, modalitas epistemis, pembentengan, wacana akademis ,academic discourse, epistemic modality, hedging, scientific research article

  1. S3-2016-294411-abstract.pdf  
  2. S3-2016-294411-bibliography.pdf  
  3. S3-2016-294411-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2016-294411-title.pdf