Laporkan Masalah

Efisiensi Usahatani, Pemasaran dan Daya Saing Jagung di Kabupaten Sumbawa

SITI NURWAHIDAH, Prof.Dr.Ir. Dwidjono H. Darwanto, M.S ; Prof.Dr.Ir. Masyhuri ; Dr.Ir. Lestari Rahayu Waluyati, MP.

2016 | Disertasi | S3 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi, pendapatan, efisiensi usahatani, pemasaran dan daya saing komoditas jagung di Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan di Lahan kering kecamatan Labangka dan lahan sawah Kecamatan Utan yang merupakan sentra produksi jagung di Kabupaten Sumbawa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Random Sampling. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis produksi dan pendapatan mengunakan fungsi produksi Coob-Douglas, tingkat efisiensi usahatani menggunakan fungsi produksi frontier stochastik dengan program Frontier 4.1.c. Efisiensi pemasaran diuji dengan melihat saluran pemasaran dan analisis marjin pemasaran, sedangkan untuk menganalisis tujuan daya saing digunakan analisis Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat produksi secara signifikan adalah luas lahan, jumlah benih,pengalaman dan pendidikan petani untuk di lahan sawah. Sedang untuk dilahan kering dipengaruhi oleh jumlah benih, jumlah urea, jumlah insektisida dan pengalaman petani. Faktor yang mempengaruhi pendapatan petani secara signifikan baik di lahan sawah maupun di lahan kering secara positif adalah luas lahan. Tingkat efisiensi usahatani jagung di Kabupaten Sumbawa baik di lahan kering maupun lahan sawah belum efisien, dilihat dari efisiensi teknis rata-rata petani sebesar 0,85 atau sebesar 85 %, Efisiensi Alokatif (EA) rata-rata petani sebesar 0,505 atau 50,5%, dan nilai Efisiensi Ekonomi (EE) rata-rata petani sebesar 0,43 atau 43 %. Faktor yang mempengaruhi in-efisiensi usahatani jagung adalah faktor manajerial petani dalam mengelolah usahataninya yaitu pendidikan formal dan pengalaman petani dalam usahatani jagung. Terdapat dua saluran utama pemasaran jagung di Kabupaten Sumbawa, yaitu saluran I: petani - pedagang pengumpul desa/kecamatan - pedagang pengumpul antar kabupaten/kota - konsumen (pabrik pakan ternak), dan saluran pemasaran yang ke II: petani - pedagang pengumpul desa - pedagang pengumpul kecamatan - pedagang pengumpul antar kabupaten/kota - konsumen (pabrik pakan ternak ). Pemasaran komoditas jagung di Kabupaten Sumbawa sudah berjalan efisien. Hal ini dilihat dari share harga yang diterima petani cukup tinggi pada masing-masing lembaga pemasaran, dan ratio keuntungan dan biaya yang diterima petani cukup tinggi. Produksi usahatani jagung di Kabupaten Sumbawa memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif, hal ini ditunjukkan dengan nilai PCR sebesar 0,25 dan DRC sebesar 0,21. Keuntungan privat (PP) yang diperoleh sebesar Rp 8,544,476,- (menguntungkan) secara finansial di tingkat usahatani, sedangkan keuntungan sosial (PS) sebesar Rp 10.769.491,- juga menguntungkan secara ekonomi atau perekonomian secara keseluruhan. Kata Kunci: Efisiensi, Pemasaran, Daya Saing, Jagung.

This research aims to find out the production, income, farm efficiency, marketing and corn commodity competitiveness of Sumbawa Districts.The research is implemented on dry land of subdistrict of Labangka and wetland of sub districts of Utan which is center for corn production in Sumbawa District. The sampling in this study used random sampling method. Cobb-Douglas production function analysis method was applied to analyze production and income, while farm efficiency level was maintained by stochastic frontier production function with Frontier program 4.1.c. Marketing efficiency was examined by looking at marketing channels and marketing margin analysis, while to analyze the competitiveness goal is used Policy Analysis Matrix(PAM). The results shows that the factors affecting production levels significantly is the land area, number of seeds, farmers experience and education in the wetland. While in the dry land is influenced by number of seed, number of urea, number of insecticides and farmersexperience. The factors affecting farmers' income significantly both in the wetland or dry land positively is the land area.The farm efficiency level of corn in Sumbawa Districts both in the dry land and wetland is not efficient, viewed from the technical efficiency of average farmers by 0, 85 or 85%, Allocative Efficiency (AE) od average farmer by 0.505 or 50.5%, and the Economic Efficiency (EE) value of average farmer by 0.43 or 43%. The factors affecting the corn farming inefficiency is managerial factor the farmers in its farm management that is formal education and farmer experience in the corn farming. There are two main channels of corn marketing in Sumbawa Regency, that are channel I: farmers - collector traders of village/subdistrict - collector traders between districts/cities - consumer (forage mills), and marketing channels II: collector traders of village - collector traders of subdistricts - collector traders between districts/cities - consumer (forage mills). The corn commodity marketing in Sumbawa District has already operated efficiently. It is seen from the share of price received by farmers is quite high on each marketing organization, and ratio of profits and the cost received by farmers is quite high. The corn farming production in Sumbawa District has competitive and comparative advantages, as shown by PCR values of 0.25 and DRC by 0.21. The private profit (PP) obtained was at Rp8,544,476, - (profitable) financially at the corn farming level, while social profit (SP) atRp 10,769,491, - also profitable economically or economicin a whole. Keywords: Efficiency, Marketing, Competitiveness, Corn.

Kata Kunci : Efisiensi, Pemasaran, Daya Saing, Jagung.

  1. S3-2016-324445-abstract.pdf  
  2. S3-2016-324445-bibliography.pdf  
  3. S3-2016-324445-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2016-324445-title.pdf