Laporkan Masalah

PEMANFAATAN RUMAH SUSUN DAN KEBUTUHAN PENGEMBANGANNYA DI KABUPATEN SLEMAN

DIANA FEBRITA, Dr.Rini Rachmawati, S.Si, M.T

2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kabupaten Sleman memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2000-2010 sebesar 1,96 persen per tahun. Hal ini berarti bahwa terdapat peningkatan jumlah penduduk yang tinggi dan kebutuhan fasilitas, terutama perumahan. Upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memenuhi kebutuhan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan menyelenggarakan rumah susun sederhana sewa. Kajian mengenai pemanfaatan rumah susun dan kebutuhan pengembangannya penting untuk dilakukan guna mengoptimalkan pengembangan rumah susun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan dan menganlisis kebutuhan pengembangan rusunawa di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer untuk menjawab tujuan pertama diperoleh dari hasil survei yang dilakukan kepada 265 responden dengan teknik pengambilan data simple random sampling. Sementara data sekunder untuk menjawab tujuan kedua diperoleh dari hasil studi literatur dari dokumen-dokumen instansi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan rusunawa di Kabupaten Sleman telah sesuai meskipun ditemukan sejumlah kecil hunian yang tidak dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu pengembangan rusunawa dibutuhkan di Kabupaten Sleman, utamanya untuk peremajaan lingkungan perkotaan, pemenuhan kebutuhan rumah ideal, pemenuhan perumahan dengan lingkungan hunian yang berimbang, dan penyediaan rumah bagi keluarga miskin. Dengan demikian, pengembangan rumah susun dibutuhkan, pendataan dan pemantauan terhadap penghuni perlu dilakukan untuk optimalitas pemanfaatan rusunawa di Kabupaten Sleman sehingga tepat sasaran sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sleman Regency had the highest population growth rate in Special Region of Yogyakarta in 2000-2010 by 1.96 percent per year. It means that there was an increasing number of population and its facilities need, especially for housing. Sleman Regency Government developed flats to provide proper and affordable housing for low-income communities. The study of the use and development need assesment of flats is important to do to optimize flats. The purpose of this research is to identify the use of flats and analyze its need. This research is a quantitative research using primary and secondary data. Primary data is collected to answer the first goal obtained throught survey of 265 respondents by simple random sampling method. Then, secondary data is collected to answer the second goal obtained throught literature review of government documents. Data analysis technique used descriptive quantitative analysis. Based on the research results, the use of flats in Sleman Regency complies with regulations, even thought some of housing are not occupied by low-income communities. Beside that, development of flats is needed in Sleman Regency, primarily for the urban renewal, providing ideal housing, providing housing with impartial comparison, and supply housing for poor families. Thus, the development of flats is needed but data collection and monitoring of the occupants are needed to optimize the use of flats.

Kata Kunci : flats, flats need, low-income community

  1. S1-2016-330856-abstract.pdf  
  2. S1-2016-330856-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-330856-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-330856-title.pdf