PEMETAAN ZONASI HARGA LAHAN DI KECAMATAN MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015 DENGAN MEMANFAATKAN CITRA QUICKBIRD
BANGKIT DWI NURHADI, Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc
2016 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Citra Quickbird untuk penyadapan informasi parameter dalam zonasi harga lahan, Memetakan agihan harga lahan yang terdapat di Kecamatan Mergangsan tahun 2015 dan Memberi gambaran tentang bagaimana data penginderaan jauh dan analisa spasial sistem informasi geografi dapat membantu membuat zonasi harga lahan di suatu wilayah. Metode yang digunakan yaitu interpretasi Citra Quickbird untuk mendapatkan parameter pnggunaan lahan dengan cara digitasi, buffer parameter Aksesibilitas lahan positif, Aksesibilitas lahan negatif dan Kelengkapan fasilitas umum dari penurunan informasi penggunaan lahan kemudian semua parameter diberi bobot dengan metode overlay kuantitatif berjenjang tertimbang untuk mendapatkan total bobot nilai yang diasumsikan menjadi nilai harga lahan. Validasi harga lahan dengan wawancara masyarakat dan dari data nilai lahan BPN. Hasil dari penelitian ini berupa Citra Quickbird dapat memberikan informasi yang baik untuk interpretasi informasi penggunaan lahan dengan uji ketelitian mencapai 84,31% dan peta zonasi harga lahan kecamatan mergangsan tahun 2015 dengan kelas harga lahan terbagi atas empat tingkat, yaitu sangat tinggi rata-rata Rp 14.277.000/m2 seluas 42,16 hektar tersebar pada sekitar pemanfaatan lahan untuk perdagangan dan jasa di sepanjang jalan kolektor, kelas tinggi rata-rata Rp 2.398.000/m2 seluas 134,64 hektar terletak hampir sebagian besar wilayah permukiman dan dekat dengan jalan lokal, kelas sedang rata-rata harga Rp 816.500/m2 seluas 31,26 hektar di wilayah persawahan dan kelas rendah rata-rata harga Rp 701.000/m2 seluas 8,34 hektar.
The purpose of this study is about know used Quickbird imagery for get parametres information on zoning land price, mapping spread land price in Mergangsan district in 2015 and give about how to data remote sensing and spatial analys geography information system can help for make zoning land price in some place. The method used is interpretation Quickbird imagery for get parametres land use with digitation, buffer land accessibility of positive, negative land accessibility and publice facilities from land use information and then all of parametres give point with overlay method for get total point of land price. Validate land price with dialogue the people in there place and data for land price from BPN Results of this research is Quickbird imagery give good information for interpretation landuse with accuracy test 84,31% and a map of the zone price of land in part the district mergangsan 2015. class price of land is divided into four levels, very high class with average price Rp 14.277.000/m2 covering an area of 42,16 hectares spread scattered on the surrounding land use for trade and service on the collector street. height class with average price Rp 2.398.000/m2) covering an area of 134,64 hectares are spread most of residential near local street, medium class with average price Rp 816.500/m2 covering an area of 31,26 hectares are spread most of field., low class with average class Rp 701.000/m2 covering an area of 8,34 hectare.
Kata Kunci : land prices, Quickbird imagery, buffer, overlay, remote sensing