Laporkan Masalah

KEJADIAN DAN FAKTOR RISIKO DISTOKIA PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN BANTUL

IRA NURMALA HANI, Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP.

2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

INTISARI KEJADIAN DAN FAKTOR RISIKO DISTOKIA PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN BANTUL Ira Nurmala Hani Distokia didefinisikan sebagai suatu keadaan induk sulit melahirkan, sehingga membutuhkan bantuan manusia selama proses kelahiran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kejadian dan faktor risiko distokia pada sapi potong di kabupaten Bantul. Materi yang digunakan dalam penelitian ini 147 ekor sapi potong betina dewasa dari 130 peternak yang ada di 22 kelompok ternak wilayah kabupaten Bantul. Populasi yang dipilih adalah populasi sapi potong betina yang sudah pernah partus. Wawancara dilakukan untuk mengetahui informasi tentang riwayat distokia yang dialami sapi, meliputi data informasi ternak, data menejemen peternakan, dan data menejemen reproduksi. Pemeriksaan perektal dilakukan oleh dokter hewan pendamping untuk mengetahui ukuran pelvis induk. Hasil Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan statistik Chi-Square (χ2) pada program SPSS 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian distokia sebesar 6,8% dan faktor risiko yang berasosiasi meningkatkan kejadian distokia adalah sapi yang berasal dari bantuan pemerintah, jenis pakan damen, tempat pakan terpisah untuk tiap sapi, estrus post partum dua sampai empat bulan, dan kejadian abortus frekuensi sedang pada trimester ketiga. Faktor risiko yang berasosiasi mengurangi kejadian distokia adalah jenis pakan campuran dan tempat pakan gabung untuk dua ekor sapi. Kata Kunci : distokia, sapi potong, manajemen pemeliharaan ternak, performa reproduksi ternak.

ABSTRACT INCIDENT AND RISK FACTORS OF DYSTOCIA IN BEEF CATTLE IN BANTUL REGENCY Ira Nurmala Hani Dystocia is defined as a state of difficult in giving birth, that requiring human assistance during giving birth. This research is conducted to determine the prevalence and risk factors of dystocia in beef cattle in Bantul regency. Materials which are used for the research are 147 of female beef cattle from 130 farmers in 22 farm groups in Bantul regency. Selected populations consist of beef cattle. The interviews are conducted to get the information about the history of dystocia in beef cattle including the information of beef cattle, management of farm, and information of reproduction performance. Rectal examination carries out by the veterinarian to determine the size of pelvic area. The result of the research is analyzed using chi square (χ2) method on SPSS 20.0 program. Based on the result, incident of dystocia in beef cattle is 6,8% and risk factors that increase the incident of dystocia are beef cattle that comes from the government, feed with damen, food source for one beef cattle, estrus post partum within two until four months, and abortion with medium prevalence within six until 9 months gestation. Risk factors than decrease the incident of dystocia are feed with mix and food source for two beef cattles. Keywords : dystocia, beef cattle, maintenance management of beef cattle, reproductive performance of beef cattle.

Kata Kunci : distokia, sapi potong, manajemen pemeliharaan ternak, performa reproduksi ternak/dystocia, beef cattle, maintenance management of beef cattle, reproductive performance of beef cattle.

  1. S1-2016-334074-abstract.pdf  
  2. S1-2016-334074-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-334074-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-334074-title.pdf