Laporkan Masalah

Studi Preferensi dan Prioritas Fitur Aplikasi Layanan Rumah Sakit oleh Calon Pasien dan Pendamping Pasien

WENANG ANINDYADATTA LANISY, DR. Kuncoro Harto W, STP., M.Eng; dr. Trisasi Lestari, M.Med.Sc.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Keterlibatan pasien merupakan modal yang kuat untuk menghasilkan keluaran medis yang baik. Sayangnya, keterlibatan pasien terkadang lebih rendah dibandingkan keterlibatannya dengan perangkat komunikasi bergeraknya. Perangkat komunikasi pintar seperti telepon pintar dan tablet membuka kesempatan baru dalam upaya rumah sakit melibatkan pasien dalam perawatan. Aplikasi medis, kesehatan, dan kebugaran merupakan salah satu kategori dengan tingkat perkembangan yang tinggi. Sebagian besar aplikasi yang beredar saat ini dibuat untuk dokter, bukan untuk pasien atau pendamping pasien. Pengguna rumah sakit diduga memiliki keragaman preferensi terhadap solusi terkait dengan kebutuhan dan keadaannya. Kebutuhan pengguna dipengaruhi oleh peran dalam layanan rumah sakit dan jenis layanan yang digunakan. Keadaan pengguna dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, lokasi domisili, jenis perangkat yang digunakan, tingkat penggunaan perangkat pintar, sumber biaya kesehatan, dan penentu keputusan pembelian layanan kesehatan. Untuk efisiensi biaya pengembangan aplikasi rumah sakit, ada tidaknya perbedaan preferensi dapat digunakan untuk meramalkan potensi skalabilitas dari proyek tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan preferensi antar karakter responden dan mengetahui prioritas fitur aplikasi perangkat pintar yang dibutuhkan oleh pengguna layanan rumah sakit. Metode: Rancangan penelitian kuantitatif dengan cross-sectional study digunakan untuk meneliti populasi pengguna perangkat pintar terkoneksi internet. Karena sifat populasi yang tersembunyi, pengambilan sampel dilakukan dengan cara chainlinkage sampling. Uji preferensi dilakukan dengan menggunakan uji Mood's Extended Median dan uji Terpstra-Joncheere. Perbedaan prioritas fitur dibandingkan pada atribut yang memperoleh uji preferensi terbanyak. Hasil: Tidak ada fitur yang terbebas dari kejadian preferensi. Atribut rumah sakit acuan tidak menyebabkan kejadian preferensi pada fitur apapun. Terdapat tujuh prioritas fitur utama pilihan responden. Kesimpulan: Pada saat tidak ada fitur yang bebas dari kejadian preferensi, profil pengguna akhir yang dihasilkan penelitian dapat digunakan untuk membuat persona dalam proses pengembangan fitur. Prioritas fitur adalah sama untuk beragam rumah sakit. Pengembangan fitur sebaiknya dilakukan dapat dilakukan sesuai dengan prioritas fitur, yaitu dimulai dari titik kontak awal layanan.

Backgrounds: Patient engagement is a necessary foundation for a good medical outcome. Unfortunately, patients is more engaged with their mobile gadgets than with hospitals. Smartphones and tablets opens up new opportunities for hospitals to engage with patients. Health, medical, and wellness apps was known for their high growth rate. Most medical apps was made for doctors, rather than for patients (or their caregivers). Hospital users is assumed to have preference for solution which tied to their needs and condition. User's need differ by their role in hospital and the department on use. User's condition differ by age, gender, location, gadgets-in-use, technology literacy, the source of healthcare fund, and the decision maker for health purchases. Understanding user's preference may help to predict the expandability potential on a hospital app's project. Aims: This study aims to know whether different preferences exists among respondent characteristics and whether any features get prioritized among others. Methods: Using quantitative design, this cross-sectional study targets hidden population of mobile internet user. Chain-linkage sampling is preffered for hidden population. Preference test was done using Mood's Extended Median test and Terpstra-Joncheere for Ordered Alternatives test. Feature priority was compared among attributes which yield most significance on preference tests. Results: There was no preference-free features. "Recently visited hospital" attribute was the only attribute that gave no preference on features. Out of seventeen, respondents has chose seven prioritized features. Conclusions: As no features were preference-free, this study's end-user profile will help developer to create personae for product development. Prioritized features are the same among different hospitals. Hospital app development is best to be done as the hinted by the findings, which is from the earliest contact point available.

Kata Kunci : Mobile apps - patient - caregiver

  1. S2-2016-293366-tableofcontent.pdf  
  2. S2-2016-293366-title.pdf