Laporkan Masalah

Assessing Road Accessibility to Improve Rural Development in Mempawah Regency, West Kalimantan Province

FENTY FEBIANTI, Ir. Agam MArsoyo, M.Sc., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Pembangunan pedesaan menjadi isu lama terutama di kalangan negara maju, namun untuk Indonesia yang memiliki sekitar 70 persen penduduk yang tinggal di desa, pembangunan pedesaan menjadi kunci utama bagi pembangunan nasional. Dalam rangka menciptakan pembangunan pedesaan yang berkelanjutan, pembangunan pedesaan bisa dicapai dengan meningkatkan aksesibilitas jalan. Ppenelitian ini memiliki tujuan pertama untuk menggali hubungan antara aksesibilitas jalan terhadap pembangunan pedesaan khususnya di Kabupaten Mempawah, Propinsi Kalimantan Barat. Tujuan kedua adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang menyebabkan hubungan tersebut. Beberapa metode dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, seperti Indeks Williamson, Klassen Typology, dan Analisis Scalogram yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pembangunan pedesaan di Mempawah. Selanjutnya penelitian ini menggunakan analisis statistik (Pearson Coefficient Correlation, Simple, and Multivariate Regression) untuk menggali hubungan antara aksesibilitas jalan terhadap pembangunan pedesaan dan factor-faktor apa yang menyebabkan hubungan tersebut. Analisis ini kemudian diperkuat dengan wawancara terhadap stakeholders terkait. Indeks Wiliamson di Kabupaten Mempawah adalah sebesar 0.96 yang berarti terjadi kesenjangan pembangunan yang tinggi antara wilayah-wilayah yang ada di Mempawah. Sementara berdasarkan Tipologi Klassen, Kecamatan Mempawah Hilir dan Sungai Pinyuh termasuk dalam kawasan cepat tumbuh. Sungai Pinyuh bersama-sama dengan Kecamatan Anjongan merupakan kecamatan yang memberikan pelayanan social ekonomi yang lebih terhadap kecamatan lainnya. Sementara berdasarkan analisis statistik, investasi pada infrastruktur jalan menunjukkan hubungan yang kuat dalam pembangunan pedesaan. Hal ini disebabkan karena adanya pengeluaran aggaran pemerintah di bidang tersebut, minat politik, dan pendekatan mandiri yang menguatkan kapasitas masyarakat dalam berpartisipasi. Aksesibilitas jalan tidak hanya mampu meningkatkan informasi, komunikasi, dan interkasi, namun juga mampu meingkatkan kapasitas masyarakat yang bermanfaat untuk mencapai pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.

While rural development becomes an outdated issue nowadays, but in developing county like Indonesia where around 70 per cent of the population lived, rural development is a gate of whole national development. In order to achieve improved and sustainable rural development, most of the authority in every regional areas claims that road accessibility may increase rural development. This thesis is purposed to find out to what extent the correlation between road accessibility and rural development. The second objective is to assess the factors that causing the relations. Exploring how rural development in Mempawah, the research used Index Williamson, Klassen Typology, and Scalogram Analysis. Then, in order to find out the relationship between rural development and road accessibility it has been used statistical analysis (Pearson Coefficient Correlation, Simple, and Multivariate Regression). Interpreting the result of depth interviews has been adopted to address the factors causing correlation or not. Index Williamson in Mempawah Regency is about 0.96. It means there is a high disparity among sub districts in Mempawah. Based on Klassen Typology, there are only 2 sub districts in Mempawah Regency that identified as rapid growth regions; Mempawah Hilir and Sungai Pinyuh. On the other hand, according to the Guttman scale analysis, it can be resumed that Sungai Pinyuh and Anjongan (Hierarchy I) have the high intensity of social economic activities. Road infrastructure investments really show strong relationship to rural development. It may happen because there is government spending in the investments, political will, and also self help approach that indirectly support in alleviates poverty. Improvement in road condition also shows good relationship to reduce poverty level. Road accessibility not only enhances rural development but also increases information, communication, and technology interactions that affect to strengthen capacity building of people. Furthermore, it will be positive asset to achieve sustainable rural development.

Kata Kunci : aksesibilitas jalan, pembangunan pedesaan, pembangunan pedesaan yang berkelanjutan, koefisien korelasi, pendekatan mandiri, kapasitas masyarakat.

  1. S2-2016-360322-abstract.pdf  
  2. S2-2016-360322-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-360322-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-360322-title.pdf