KAJIAN PENATAAN SIGNAGE BERBASIS KENYAMANAN VISUAL BAGI MAHASISWA
RIZKA ADIARTI, Ir. Adi Jatmika Suryabrata, M.Sc., Ph.D
2016 | Tesis | S2 Desain Kawasan BinaanKeberadaan signage tanpa penataan yang konseptual merupakan bumerang bagi kualitas visual kota. Di satu sisi, kehadirannya memberi akses kepada informasi bagi masyarakat luas kota serta memberi kontribusi positif bagi pendapatan asli daerah, namun pada sisi lain keberadaannya di ruang kota sering cenderung menghalangi pandangan ke arah elemen-elemen kota yang justru menarik dinikmati seperti arsitektur bangunan, unsur lanskap kota, dan sebagainya. Akibat hal tersebut adalah merosotnya kualitas visual kota karena ruang kota dilanda polusi papan signage yang berlebihan. Penelitian terhadap setting signage yang menggunakan pendekatan kenyamanan visual, diharapkan akan menemukan solusi bagi masalah-masalah yang ditemukan di lapangan. Dari solusi tersebut dapat ditarik suatu gagasan untuk memperbaiki atau memperbarui kawasan di ruang Jalan Kaliurang dan Jalan Seturan Raya tersebut. Gagasan itu dapat dituangkan menjadi sebuah guidelines atau arahan desain yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan proses perancangan kawasan di kemudian hari Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi kenyamanan visual dalam penatan signage pada ruas Jalan Kaliurang dan Jalan Seturan Raya dan mencari faktor-faktor yang menyebabkan perbadaan persepsi kenyamanan visual ruas Jalan Kaliurang dan Jalan Seturan Raya Pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala. Skala penelitian disusun oleh peneliti dengan memakai teknik penskalaan semantic differential. Penelitian ini diawali dengan mengobservasi keadaan eksisiting setelah itu menggunakan teknik simulasi foto untuk memberikan alternatif desain berdasarkan tinjauan pustaka dan teori. Tahap selanjutnya adalah kuesioner dengan responden mahasiswa arsitektur dan non arsitektur. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi kenyamanan visual dalam penataan signage adalah faktor keteraturan dan faktor teknis signage. Pada Jalan Kaliurang maupun Jalan Seturan Raya, persepsi visual pengguna jalan menyebutkan bahwa semakin teratur penataan signage maka semakin besar pula nilai kenyaman visual yang ditangkap. Begitu pula dengan ukuran dan letak signage, kedua faktor teknis tersebut memberikan pengaruh yang besar terhadap tingkat tangkapan mata dalam memahami dan membaca isi dari signage. Persepsi pengguna jalan terhadap Jalan Kaliurang dan Jalan Seturan Raya terdapat beberapa faktor yang membedakannya, antara lain lebar jalan, jumlah signage, dan pelingkup ruang jalan.
The existence of signage without any conceptual arrangement is a boomerang for the visual quality of a city. On the other hand, its presence gives access to information for community of the city and provides positive contribution to revenue, but its existence can also obstruct the view towards city elements that are actually attractive to enjoy such as the architecture, landscape city elements, and so on. This issue results in the decline of city visual quality because city space is polluted by excessive signage boards. A research on signage setting which employs visual comfort approach, is expected to find a solution to problems found in the field. The solution can be drawn from an idea to improve or renew the space area at Kaliurang and Seturan street. The idea can be poured into a guidelines or design suggestions that can be used as a reference for region planning process in the future. This study aims to find the factors that influence the perception of visual comfort in signage setting at Kaliurang and Seturan street and find the factors that cause the difference visual comfort perception at Kaliurang and Seturan street. The collection of quantitative data in this research was carried out by using a scale. Scale study was constructed by researchers using semantic differential scaling techniques. This study commenced by observing the existing state afterwards continued by using photo simulation techniques to provide an alternative design based on literature and theory review. The next step was a questionnaire with respondents of architecture and non-architecture students. From the analysis it can be concluded that the factors affecting the perception of visual comfort in signage setting are regularity factor and technical signage factor. At Jalan Kaliurang and Seturan street, regarding the visual perception, road users mention that the more regular the signage setting, the greater the value of captured visual comfort. Similarly, the size and location of signage, both technical factors give a great influence on the level of eye capture in understanding and reading the signage contents. Perception of road users towards Kaliurang and Seturan street is that there are several factors that distinguish such as the road width, the number of signage, and road space cover.
Kata Kunci : signage, kenyamanaan visual, persepsi visual