Laporkan Masalah

ANALISIS INTERDEPENDENSI PASAR SAHAM BESAR DUNIA TERHADAP PASAR SAHAM INDONESIA PERIODE 2008-2012

MARCELUS TITO HERBI PUTRANTO, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai hubungan interdependensi dan juga menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar pasar saham Indonesia dengan pasar saham besar negara lainnya. Penelitian yang dilakukan penulis dilakukan dalam dua rentang periode yang berbeda yaitu pada saat krisis keuangan global yaitu pada tahun 2008 hingga tahun 2009 dan pada saat setelah krisis keuangan global yaitu pada tahun 2010 hingga tahun 2012. Sampel penelitian ini dipilih melalui metoda non acak dengan memilih indeks pasar modal yang ada dalam kurun waktu 2008 hingga 2012 berdasarkan besaran nilai kapitalisasi pasar yang terbesar dan juga kedekatan geografis dengan Indonesia. Berdasarkan data World Bank, 5 negara dengan nilai kapitalisasi pasar yang terbesar adalah Amerika Serikat, Jepang, China, Hong Kong dan Inggris. Sedangkan negara Australia dan Singapura dipilih dengan dasar bahwa dua negara tersebut terdapat pada daftar data World Bank dan merupakan negara dengan kapitalisasi besar yang terdekat dengan Indonesia hal ini berdasarkan dengan data pemetaan kapitalisasi pasar dunia yang dilakukan oleh Bloomberg. Indeks pasar saham gabungan yang dipilih untuk mewakili negara tersebut adalah DJA untuk Amerika Serikat, N225 untuk Jepang, SSE untuk China, HIS untuk Hong Kong, FTSE untuk Inggris, AORD untuk Australia, STI untuk Singapura dan JKSE untuk Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Uji Granger Causality untuk menguji interdependensi dan Uji Johansen serta Uji Error Correction Model untuk menguji hubungan jangka pendek dan jangka panjang dari sampel yang dipilih. Hasil dari penelitian granger causality membuktikan bahwa terdapat hubungan interdependensi antara pasar saham Indonesia dengan pasar saham lainnya baik hubungan satu arah maupun hubungan dua arah. Pada periode krisis keuangan global pasar saham Indonesia memiliki hubungan kausal satu arah dengan saham Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Singapura, sedangkan pasar saham Inggris memiliki hubungan kausal dua arah dengan pasar saham Indonesia, namun dari hasil penelitian pasar saham China dan Hong Kong tidak memiliki hubungan kausal dengan pasar saham Indonesia. Pada periode setelah krisis keuangan global pasar saham Indonesia memiliki hubungan kausal satu arah dengan pasar saham Australia, Inggris, Amerika Serikat, Jepang dan Hong Kong, sedangkan pasar saham China dan Singapura tidak memiliki hubungan kausal dengan pasar saham Indonesia. Sedangkan dari hasil penelitian Johansen dan Error Correction Model mengindikasikan terdapat hubungan jangka panjang dan jangka pendek antar pasar saham yang berelasi.

The purpose of this study is to analyse the relationship of interdependency and to analyse short term and long term relation between Indonesian stock market with other major stock market. The research was conducted in two ranges of period, the first is the global financial crisis period for the years 2008 to 2009 and the second is after the global financial crisis period for the years 2010 to 2012. The samples of this study were selected through non-random method by choosing the stock market index between the periods 2008 to 2012 based on the biggest market capitalization value and the geographical proximity to Indonesia. Based on the World Bank data, top 5 countries with the biggest market capitalization value are United States, Japan, China, Hong Kong and the United Kingdom. Meanwhile, Australia and Singapore were selected because those two countries are on the World Bank list and the nearest countries with the biggest market capitalization based on the world market capitalization mapping data which studied by Bloomberg. The composite stock market index chosen to represent the country were as follow, DJA for United States, N225 for Japan, SSE for China, HIS for Hong Kong, FTSE for United Kingdom, AORD for Australia, STI for Singapore and JKSE for Indonesia. The study was conducted by using the Granger Causality test to test the interdependency, Johansen test and Error Correction model test to evaluate the short term relationship and long term relationship of the samples selected. The result of the Granger Causality proved that there was a relationship of interdependence between the Indonesian stock market with the other market stocks in one way relationship and two way relationship. In the period of global financial crisis, Indonesian stock market has one way causal relationship with Australia, United States, Japan and Singapore, while the United Kingdom stock market has two way relationship with Indonesian stock market. But based on the research China and Hong Kong stock market does not have a causal relationship with Indonesian stock market. In the period after the global financial crisis, Indonesian stock market has one way causal relationship with Australia, United Kingdom, United States, Japan and Hong Kong stock market, while China and Singapore stock market does not have a causal relationship with the Indonesian stock market. And based on the Johansen test and Error Correction Model test indicates there are long term and short term relation inter related stock market.

Kata Kunci : Interdependensi, krisis keuangan global, pasar saham, Granger Causality, Johansen, Error Correction Model

  1. S2-2016-327546-abstract.pdf  
  2. S2-2016-327546-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-327546-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-327546-title.pdf