FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TIDAK BERFUNGSINYA TERMINAL AGRIBISNIS PROVINSI LAMPUNG DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
KETUT DIRGAHAYU, Dr. Ir. Dewanti, M.S.;Iwan Suharyanto, S.T.,M.Sc.
2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKabupaten Lampung Selatan merupakan pintu gerbang jalur pemasaran produk hasil pertanian dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Dengan letak yang strategis, Pemerintah Provinsi Lampung membangun terminal agribisnis di Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan pembangunan terminal agribisnis ini adalah meningkatkan daya saing produk pertanian serta efisiensi pemasaran produk hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tidak berfungsinya Terminal Agribisnis Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah induktif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Desa Sukamaju Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Terminal Agribisnis Provinsi Lampung hanya berorientasi penyediaan sarana secara fisik. Pembangunan ini tidak disertai dengan pembuatan bisnis model yang konkret. Pengelola belum mampu menjadikan Terminal Agribisnis Provinsi Lampung sebagai pusat pemasaran produk-produk hasil pertanian karena keterbatasan modal dan jaringan pasar. Lokasi pembangunan Terminal Agribisnis Provinsi Lampung lebih mengutamakan ketersediaan lahan dari pada kebutuhan para stakeholder terkait. Lingkungan di sekitar lokasi terminal agribisnis dinilai kurang aman dan nyaman. Keberadaan terminal agribisnis belum mampu memutus rantai pemasaran yang panjang dari petani hingga sampai ke konsumen. Petani masih memiliki ketergantungan modal dari pedagang/pengumpul.
South Lampung regency is the gateway to the marketing channels of agricultural products from Java Island to Sumatra Island and vice versa. With the strategic location, Lampung Provincial Government build agribusiness terminal in South Lampung Regency. The development objective of this agribusiness terminal is to improve the competitiveness and efficiency of the marketing of agricultural products. This research aims to identify the factors that influence the disfunction of Lampung Province Agribusiness Terminal in South Lampung Regency. The method utilized in this research is a qualitative inductive. Data collection in this research was conducted with in-depth interviews, observation and documentation. The research was conducted in Sukamaju Village of Penengahan District South Lampung Regency. The result of the research showed that the development of Lampung Province Agribusiness Terminal is only oriented on provision of physical facilities. The development is not accompanied with the creation of concrete business models. The organizer has not been able to make Lampung Province Agribusiness Terminal as the center of marketing of agricultural products due to capital constraints and market linkages. The location of Lampung Province Agribusiness Terminal construction prefers the availability of land than the needs of the stakeholders. The environment around the agribusiness terminal location was considered less secure and comfortable. The presence of agribusiness terminal has not been able to break the long marketing chain from farmers to the consumers. Farmers still have dependence capital of the merchants/collectors.
Kata Kunci : terminal agribisnis, pertanian, lampung