UJI PENGARUH PEMBERIAN DOMPERIDON TABLET 10mg TERHADAP KEJADIAN FLATUS PADA JAMA'AH UMRAH
HASDIANA SUDAR, dr. Probosuseno, Sp.PD., K-Ger; Dr. Ika Puspitasari, M.Si., Apt.
2016 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiAnimo umat muslim Indonesia menunaikan ibadah umrah semakin meningkat setiap tahun. Thawaf merupakan salah satu prosesi dalam ibadah umrah yang dilakukan dalam keadaan suci. Jika terjadi flatus maka jamaah diwajibkan untuk kembali berwudhu sebelum melanjutkan thawaf. Belum ada obat yang diindikasikan khusus untuk mengatasi flatus berlebih. Beberapa penelitian mendukung penggunaan obat prokinetik sebagai antiflatulen pada kelainan motilitas saluran cerna. Hal ini melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian efek pemberian domperidon tablet 10 mg terhadap kejadian flatus pada jamaah umrah. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi petugas kesehatan dalam menangani jamaah umrah terutama dalam upaya mengoptimalkan ibadah jamaah selama masa umrah. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental analitik dengan rancangan kuasi eksperimental. Jamaah umrah yang memiliki frekuensi flatus >5kali/12 jam dan memenuhi kriteria akan diberi dosis tunggal domperidon tablet 10mg. Peneliti membandingkan frekuensi flatus pre dan post dan menghitung onset serta durasi masa bebas flatus setelah pemberian domperidon tablet. Jumlah flatus yang diperoleh diolah dengan metode paired t-test. Pengaruh variabel usia, penyakit penyerta, obat yang dikonsumsi, dan makanan diuji dengan menggunakan metode chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara jumlah flatus sebelum dan sesudah pemberian dosis tunggal domperidon tablet 10mg (P < 0,01) dengan penurunan rata-rata 49,63% (6,92+7,4). Onset masa bebas flatus terjadi pada jam ke-5,59(+3,84) dengan durasi 6,59 (+ 3,59) jam. Tidak ada pengaruh variabel usia, penyakit penyerta, obat yang dikonsumsi, dan makanan dalam penurunan jumlah flatus.
The interest of Indonesian Muslims to perform pilgrimage (umrah) is increasing every year. Thawaf is one of the umrah procession that performed in a state of holiness. If flatus occured, the pilgrimsare required to re-perform ablutions before continuing thawaf. There is no drug yet that specifically indicated for the excessive flatus. Some studies support the use of prokinetic drugs as antiflatulen on gastrointestinal motility disorders. This studies expected to be a consideration for medical practitioner especially in the efforts of optimizing the congregation worship during Umrah. Research was conducted by an analytic experimental method with quasi experimental design. The Pilgrims which had a flatus frequency >5 times/12 hours and met the criteria would be given a single dose of 10mg domperidone tablets. Researchers compared the frequency of flatus pre and post administration of domperidone tablets. The amounts of flatus obtained were processed by paired t-test. The influence of the variables (age, comorbidities, medication consumed, and the food) were tested by chi-square. The result showed that there was asignificant difference between the amount of flatus before and after administration of a single dose of 10mg domperidone tablets (P <0.01) with an average decline of 49.63% (6.92 +7.4). Onset of flatus free periode at 5,59th hours with 6,59 (+ 3,59) hours duration. There is no influence of age, comorbidities, medication consumed, and food in decreasing the amount of flatus.
Kata Kunci : Domperidon, prokinetik, flatus, umrah