Laporkan Masalah

Evaluasi Penerapan Jalan Satu Arah Pada Kawasan Terban

DICKY ALEXANDER SIHOMBING, Prof. Dr. Ing. Ir. Achmad Munawar, M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Kawasan Terban di kota Yogyakarta merupakan kawasan yang dekat dengan daerah perkantoran, institusi pendidikan dan pusat perbelanjaan. Pada kawasan ini seringkali terjadi permasalahan lalu lintas berupa kemacetan yang disebabkan karena jumlah kendaraan yang melintasi daerah ini terlalu banyak. Hal ini membuat Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil kebijakan untuk mengubah sistem jalan pada Jalan C. Simanjuntak dan Jalan Prof. Ir. Yohanes menjadi sistem jalan satu arah. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi mengenai kebijakan perubahan sistem jalan menjadi jalan satu arah dikedua ruas jalan tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan survei berupa traffic counting pada ruas dan simpang di kawasan Terban. Survei dilakukan untuk memperoleh jumlah kendaraan yang melewati setiap ruas dan simpang. Kemudian dilakukan analisis dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 untuk mendapatkan jam puncak, arus, derajat kejenuhan (DS), serta tundaan yang terjadi pada ruas dan simpang di kawasan Terban. Dari penelitian ini diperoleh bahwa perubahan sistem berhasil menurunkan DS di Jalan C. Simanjuntak (Mc. Donald-SMP 8) pada pagi hari dari 1,09 menjadi 0,78 dan pada sore hari dari 1,01 menjadi 0,82, Jalan C. Simanjuntak (Mirota-SMP 8) pada pagi hari dari 0,72 menjadi 0,42 dan pada sore hari dari 1,01 menjadi 0,82, dan Jalan Prof. Ir. Yohanes pada pagi hari dari 0.72 menjadi 0,51 dan pada sore hari dari 0,78 menjadi 0,45. Perubahan sistem ini juga membuat peningkatan DS di beberapa ruas dan tundaan di beberapa simpang di kawasan Terban. Namun secara keseluruhan, penerapan sistem satu arah pada kedua ruas jalan ini berhasil menurunkan kemacetan di kawasan Terban.

Terban area in the city of Yogyakarta is close to offices area, educational institutions and shopping centers. Traffic problems such as traffic congestion are often caused by too many vehicles passing through this area. This makes the Yogyakarta Government took policy to change the system on Jalan C. Simanjuntak and Jalan Prof. Ir. Yohanes into one-way street system. This study evaluates the implementation of the policy changes in the road system into oneway streets. In this study, a survey will be conducted with traffic counting on the roads and intersections in the Terban area. The survey was conducted to obtain the number of vehicles passing through each segment and intersection. Then, the data will be analyzed by the Indonesian Highway Capacity Manual 1997 to get a peak hour, traffic volume, degree of saturation (DS), and the average traffic delay which occurred on roads and intersections in the area Terban. This research shows that changes in the system managed to reduce the DS in Jalan C. Simanjuntak (Mc. Donald-SMP 8) in the morning from 1,09 to 0,78 and in the afternoon from 1,01 to 0,82, Jalan C. Simanjuntak (Mirota-SMP 8) on the morning from 0,72 to 0,42 and in the afternoon from 1,01 to 0,82, and Jalan Prof. Ir. Yohanes in the morning from 0,72 to 0,51 and in the afternoon from 0,78 to 0,45. This system changes also lead to increased DS in several segments and average traffic delay in several intersections in the Terban area. But overall , the implementation of one-way system on both the road segment managed to reduce congestion in Terban area.

Kata Kunci : Manajemen lalu lintas, kinerja simpang dan ruas, sistem satu arah

  1. S1-2016-301795-abstract.pdf  
  2. S1-2016-301795-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-301795-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-301795-title.pdf