Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA PROFIL KLINIS PADA HASIL GENERAL CHECK-UP PEGAWAI RSUP DR SARDJITO DENGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH

AZIZAH HUWAIDA, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp. PD-KR; dr. M. Robikhul Ikhsan, M. Kes, Sp. PD, KEMD

2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Peningkatan kadar glukosa darah secara kronis berhubungan dengan kerusakan dan disfungsi berkelanjutan berbagai organ seperti mata, ginjal, saraf, jantung, dan vasa darah. Kadar glukosa darah yang meningkat dapat menimbulkan penyakit diabetes melitus. Peningkatan kadar glukosa darah dapat dicegah dengan menghindari berbagai faktor risiko. Profil klinis menggambarkan faktor risiko penyakit. Peneliti ingin mengetahui hubungan antara profil klinis dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam mencegah penyakit. Tujuan: Mengetahui hubungan antara profil klinis pada hasil general check-up pegawai RSUP DR Sardjito dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan mengkaji data sekunder hasil general check-up pegawai RSUP DR Sardjito periode tahun 2014. Hasil: Hubungan antara usia dengan kadar glukosa darah puasa maupun kadar glukosa darah dua jam setelah makan bermakna dengan p=<0,001 dan p=0,005, dan kekuatan korelasi r=0,315 dan r=0,116 secara berurutan (Somers'd). Dari hasil analisis uji chi-square, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kadar glukosa darah puasa dengan p<0,001. Namun, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kadar glukosa darah dua jam setelah makan dengan p=0,414 (Mann-Whitney). Hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah puasa bermakna dengan p=<0,001 dan kekuatan korelasi r=0,150 (Somers'd). Namun, tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah dua jam setelah makan dengan p=0,332 (Somers'd). Hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa bermakna dengan p=0,037 dan kekuatan korelasi r=0,316 (Pearson). Tidak ada hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah dua jam setelah makan dengan p=0,467 (Pearson). Simpulan: Penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara profil klinis berupa usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan lingkar pinggang dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa. Lalu, ada hubungan positif antara usia dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dua jam setelah makan. Namun, tidak ada hubungan antara jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan lingkar pinggang dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dua jam setelah makan.

Background: Increased blood glucose levels are chronically associated with sustained damage and dysfunction of various organs such as eyes, kidneys, nerves, heart, and blood vessels. Elevated blood glucose levels can lead to diabetes mellitus. Increased blood glucose levels can be prevented by avoiding risk factors. Clinical profiles describe disease risk factors. Researcher want to know the relationship between the clinical profile with the examining results of blood glucose levels so that it can be taken into consideration in preventing the disease. Objective: To know the relationship between the clinical profile in DR Sardjito hospital employees' general check-up results with the examining results of blood glucose levels. Method: This study uses an analytical descriptive research design by examining the secondary data from the DR Sardjito hospital employees' general check up (GCU) results in 2014. Results: The association between age and fasting blood glucose levels and 2-hour postprandial blood glucose levels are significant with p=<0,001 and p=0,005 respectively, with r=0,315 and r=0,116 respectively (Somers'd). There is an association between sex and fasting blood glucose levels with p=<0,001 (chi-square). However, there is no association between sex and 2-hour postprandial blood glucose levels with p=0,414 (Mann-Whitney). The association between body mass index and fasting blood glucose levels is significant with p=<0,001 and r=0,150 Somers'd). However, there is no association between body mass index with 2-hour postprandial blood glucose levels with p=0,332 (Somers'd). The association between waist circumference and fasting blood glucose levels is significant with p=0,037 and r=0,316 (Pearson). There is no correlation between waist circumference and 2-hour postprandial blood glucose levels with p=0,467 (Pearson). Conclusion: The study showed that there is positive correlation between clinical profiles that include age, sex, body mass index, and waist circumference with the examining results of fasting blood glucose levels. Then, there is positive correlation between age with the examining results of 2-hour postprandial blood glucose levels. However, there is no correlation between sex, body mass index, and waist circumference with the examining results of 2-hour postprandial blood glucose levels.

Kata Kunci : Profil klinis, usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, glukosa darah puasa, glukosa darah dua jam setelah makan, general check-up.

  1. S1-2015-329313-abstract.pdf  
  2. S1-2015-329313-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-329313-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-329313-title.pdf