EVALUASI PROGRAM PERLINDUNGAN ANAK YANG HIDUP DI JALAN DI KOTA YOGYAKARTA
MUHAMMAD SOLIHIN, Dr. Agus Heruanto Hadna
2016 | Tesis | S2 Administrasi PublikAnak yang hidup di jalan di Kota Yogyakarta menunjukkan jumlah terbesar di Daerah Istimewa Yogyarta di antara Kabupaten/Kota lainnya pada 2012, Namun terjadi penurunan pada 2014. Sejalan dengan dijalankannya Peraturan Gubernur No 6 Tahun 2011 tentang Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan yang telah berjalan 4 tahun. Evaluasi Program yang dilakukan peneliti untuk menilai keberhasilan program perlindungan anak di jalan di Kota Yogyakarta. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana evaluasi program perlindungan anak yang hidup d jalan di kota Yogyakarta? Dengan mengadopsi input and output performance model, dikembangkan oleh Lembaga Administrasi Negara dengan lebih menekankan pada pencapaian hasil pelaksanaan kebijakan. Indikator penilaian yang digunakan penulis mengadopsi dari Cole dan Parston yang meliputi: Pertama, Indikator masukan adalah sumberdaya yang dipakai untuk menghasilkan produk dan layanan dari suatu program. Kedua, Indikator keluaran yaitu kebijakan berupa produk dan layanan publik yang dapat dinikmati oleh kelompok sasaran. Adapun penilaian indikator keluaran mengunakan Ripley karena kebijakan bersifat distributif. Ketiga, Indikator hasil yang membahas dampak langsung dan dampak jangka menengah yang diterima oleh penerima kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian penulis adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Tranmigrasi Seksi Rehabilitasi Masalah Sosial, Dinas Tata Tertib, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat, Lembaga Perlindungan Anak, Rumah Singgah, Polisi, Rumah Sakit, dan Anak Jalanan. Teknik analisis data dengan mengolah dan mempersiapkan data, membaca keseluruhan data, menganalisis, dan proses coding, deskripsi dan tema-tema ini disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif ,dan menginterpretasi data. Hasil penelitian Evaluasi Program Perlindungan Anak Yang Hidup di Jalan di Kota Yogyakarta belum berjalan secara efektif dan perlu beberepa perbaikan. Hal tersebut dapat dijelaskan dari: Pertama, Hanya beberapa anak saja yang tinggal di rumah singgah dan hanya datang saat ada kegiatan dan pembagian dana; Kedua, Ada oknum rumah singgah yang dalam pola pengasuhannya mengunakan kekerasan, bantuan identitas hanya memberikan uang, dan terjadi pemotongan uang PKSA. Ketiga, Anak jalanan yang berpindah-pindah tidak dapat di jangkau oleh tim penjangkauan yang hanya menjangkau di perempatan yang merupakan bukti menurunnya anak jalanan. Dampak Jangka Menegah anak yang hidup di jalan di Kota Yogyakarta terjadi penurunan karena ada yang bekerja. Namun ada juga anak yang masih turun kejalan.
Children on the street at Yogyakarta City had the largest number among the other District/City in DIY Province at 2012, but it experienced a decline in 2014. The implementation of DIY Governor Law 6th 2011 about The Children on the Street Protection had been run for 4 year. The evaluation of this program was appraising the successfull of the children on the street protection at Yogyakarta City. The research formulation problem about how the evaluation of the children on the street protection at Yogyakarta City? The input and output performance model adopted in this research within the pressure at the achievment of the policy implementation. The indicator of the research adopted form Cole and Parston which cover: first, Input indicator about resources used to produce product and service. Second, Output indicator about product and service that enjoyed by target group. The appraisal of output indicator use Ripley model because the distributive policy. Third, Result indicator discuss about direct and middle term impact that preceived by target group. The research methode that used is descriptive qualitative method. The collecting evidence methode was observation, interview, and documentation. The research subject was Social Labor and Transmigration Department of Yogyakarta City, IPSM Yogyakarta City, Child Protection Institution, LKSA, Police, Hospital and Children on the street. The analyzed evidence technic within processing and preparing evidence, reading all evidence, analyzing and process coding, description in the narrative / qualitative reports, and interpretation of data. The result of children on the street protection policy evaluation at Yogyakarta City has not been efectively but need a few of improvement. That can be seen form: first, Only some children on the street was living in shelter house and only come only when the distribution of money; Second, There was unscrupulous shelter house used violence, assistance identity just give money, and cutting PKSA money Third, Children on the street moved because that their cannot be in reach by a team. That was proof why children on the street decline. The middle term impact of the policy was the decrease of children on the street, but it still found a few street child.
Kata Kunci : children on the street, child protection