Laporkan Masalah

KRITI MATERIALISTIK DALAM CERKAK PANDJI POESTAKA (1943-1945)

KURNIA RACHMAWATI, Dr. Aprinus Salam, M.Hum

2016 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

Penelitian ini mencoba menguraikan struktur ideologi cerkak dalam Majalah Pandji Poestaka pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1943-1945). Pendekatan teori yang digunakan adalah materialisme yang dipaparkan oleh Eagleton. Kritik sastra materialistik mangasumsikan bahwa teks sastra tidak bertindak pasif, tetapi secara aktif menentukan proses produksi dan struktur ideologi yang membentuknya. Karya sastra merupakan produk interaksi dan artikulasi aspek eksternal dan internal teks. Skema kritik sastra materialistik memosisikan aspek eksternal berada di luar teks yang terdiri dari kontituen-kontituen ideologi yang meliputi: corak produksi umum, ideologi umum, corak produksi sastra, ideologi kepegarangan, dan ideologi estetik. Internal teks merujuk pada ideologi teks yang merupakan produk dari interaksi dan artikulasi kontituen-kontituen eksternal teks yang telah dijabarkan sebelumnya dan membentuk serangkaian tegangan, pengolahan dan transformasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa teks yang berupa cerkak dalam Majalah Pandji Poestaka merupakan hasil artikulasi dominasi kekuasaan Jepang yang menerapkan sistem pemerintahan fasisme-militersme. Mobilization and Control merupakan teknik Jepang guna mendominasi kekuatan dan relasi produksi di Indonesia. Dominasi tersebut mengakibatkan tekanan dan ketimpangan dalam masyarakat, sehingga memunculkan kontestasi ideologi yang diusung oleh para pejuang nasionalis, gerakan bawah tanah, hingga pemberontakan masyarakat kelas bawah yaitu petani. Pemberontakan tesebut melahirkan ideologi nasionalisme, sosialisme hingga anarkisme yang memiliki cita-cita yang sama yaitu semangat kebebasan, anti imperialisme, kemerdekaan dan bayangan akan sebuah bangsa (nation). Sastra pun tidak luput dari Mobilization and Control, sastra menjadi alat mobilisasi dan propaganda guna kemenangan perang. Keimin Bunka shidoso atau lembaga propaganda berbasis kebudayaan diciptakan guna mengontrol kerja pengarang. Majalah pun dikendalikan Jawa Shinbukai,tidak terkecuali majalah berbahasa Jawa. Kebijakan tersebut dibuat semata demi kemenangan perang. Hal ini tentu memengaruhi ideologi estetik dan ideologi kepengarangan. Terjadi dualisme kepentingan antara harus tunduk pada struktur dominan dan atau menumbuhkan semangat nasionalime. Teks membongkar struktur-sruktur konstituen ideologi dan kemudian merekonstruksi kembali kedalam istilah-istilahnya sendiri melalui proses estetik sehingga bertransformasi membentuk struktur ideologi, yaitu teks berisi propaganda guna mobilisasi rakyat indonesia namun terselip semangat nasionalisme dan anti imperialisme.

This study describes the ideology structure of cerkak-cerkak in Pandji Poestaka magazine during the Japanese colonial Indonesia (1943-1945). Theory applied in this study is Eagleton's materialism. This critic concerns on how a literary work acts in the process of production and in shaping the ideology structure. In this case, a literary work is regarded as a product of interaction and articulation in external and internal aspects of the text. The materialism critic places the external aspect outside the text, includes ideology constituents, such as general mode of production, general ideology, literary mode of production, author ideology, and aesthetic ideology. Meanwhile, this critic refers the internal aspect to ideology of the text. This ideology is a product of those constituents’ interaction and articulation that form a sequence of exertions, accomplishment, and transformation. The result of the study shows that the text cerkak in Panjdi Poestaka magazine is articulation of Japanese domination that applied fascism-militarism in their colonial. In order to dominate the strength and the production relation in Indonesia, Japan also uses mobilization and control technic. Therefore, there is inequality in society and they are pressured. This leads the society to do many kinds of struggle to fight the Japanese domination. The struggles produce the ideology of nationalism, anti-imperialism. Besides, Indonesian wants to reach the Independence and to have a nation. Moreover, mobilization and control technic are applied in literature because it can be a tool to mobilize and to emerge propaganda to win a war. In Japanese colonial, there is Keimin Bunka Shidoso to control authors and magazines, such as Jawa Shinbukai (a magazine in Javanese language). These precisely affect the aesthetic and author ideology. Thus, there is dualism in this industry: to obey the domination or to grow the nationalism. Through this study, it can be seen how the text reveals these ideology constituents and reconstruction them trough aesthetic process so that the can transform into an ideology, that is, a text contains propaganda to mobilize Indonesian, but there still scan be found nationalism and anti-imperialism there.

Kata Kunci : Struktur Ideologi, cerkak Pandji Poestaka, Materialisme Eagleton

  1. S2-2016-351624-abstract.pdf  
  2. S2-2016-351624-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-351624-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-351624-title.pdf