USULAN PENGELOLAAN KAWASAN SENDANGSONO BERWAWASAN MASYARAKAT
STANISLAUS SINGGIH HAPSORO, Dr. Mahirta, M.A.
2016 | Tesis | S2 Ilmu ArkeologiUsulan Pengelolaan Kawasan Sendangsono Berwawasan Masyarakat Kawasan Sendangsono yang terletak di Desa Banjaroya. Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dibangun pada tahun 1929 telah menjadi salah satu tempat peziarahan favorit umat katolik di Indonesia. Pusat peziarahan ini adalah sebuah gua buatan yang didalamnya disemayamkan patung perwujudan Bunda Maria ibu Yesus Kristus, sedangkan komponen penting lainnya adalah Gereja Promasan dan lintasan Jalan Salib yang menghubungkan Gereja dengan Gua Maria. Kegiatan pemanfaatan, pesatnya pembangunan serta daya tarik ekonomi ternyata menimbulkan permasalahan-permasalahan yang dapat membahayakan dan mengancam kelestarian sumberdaya budaya di kawasan Sendangsono yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya pada tahun 2010. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pengelolaan Kawasan Sendangsono yang berwawasan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengelolaan Kawasan Sendangsono saat ini. Kajian yang dilakukan adalah kajian Kawasan Sendangsono berwawasan masyarakat, yaitu kajian pengelolaan yang memperhatikan nilai dan makna budaya, baik yang berwujud benda maupun tak benda dan peran serta masyarakat. Berkaitan dengan pengelolaan pasti tidak lepas dari para stakeholder, oleh sebab itu perlu dilihat perspektif masing-masing stakeholder terhadap Kawasan Sendangsono, diharapkan dengan mengetahui perspektif-perspektif tersebut, penelitian ini berhasil merumuskan sebuah model pengelolaan Kawasan Sendangsono yang berwawasan masyarakat. Hasil wawancara stakeholder menunjukkan bahwa pemeliharaan Kawasan Sendangsono sudah sangat baik, terbukti dengan kepuasan para pengunjung yang datang ke Kawasan Sendangsono. Keterlibatan masyarakat hanya sebatas kegiatan insidentil, belum menyentuh sisi manajemen. Hal inilah yang perlu diperhatikan dalam rangka Pengelolaan Kawasan Sendangsono yang berwawasan masyarakat.
Proposal of Community-Based Management of Sendangsono Area Sendangsono area, located in Banjaroya Village, Kalibawang District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Province, built in 1929, has become one of the favorite places of pilgrimage of the Catholics in Indonesia. The center of this pilgrimange place is an artificial grotto in which the statue of Mother Mary, the mother of Jesus Christ, stands there. Other significant components of this pilgrimage place are Promasan Church and a path which connects the Church and the Grotto. Utilization activities, rapid development, and economic attractions have caused problems which may endanger and threaten the sustainability of cultural resources in the area of Sendangsono, which has been designated as a cultural heritage in 2010. In this regard, community-based management of Sendangsono Area is needed. This research aims to identify and evaluate the management of Sendangsono Area at present. The research employs cultural conservation-based study, which is a management study which takes into account cultural values and meanings either tangibles or intangibles. The Management of the area cannot be separated from the stakeholders. That is why the perspective of each stakeholder regarding Sendangsono Area needs to be considered. By identifying the perspective of each stakeholder, it is expected that this research will be able to formulate a community-based management for Sendangsono area. The interview with stakeholder shows that Sendangsono area is well managed.The visitor satisfactory proves it. The society involvement is limited in certain activities, not in management. This needs more attention in running community based management for Sendangsono area.
Kata Kunci : Kawasan Sendangsono, berwawasan masyarakat, stakeholder, pemanfaatan, Sendangsono Area, community-based management, stakeholder, utilization