RASIONALITAS KETUBUHAN TUNANETRA DALAM MENCIPTAKAN ESTETIKA RUMAH TINGGALNYA
MAHDI NURCAHYO, Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D; Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A
2016 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaTesis ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana diri tunanetra memahami sekaligus memaknai estetika rumah tinggalnya. Kondisi keterbatasan indera tidak membuat mereka lemah, tetapi justru menjadi kelebihan dalam diri mereka yang sangat berguna dalam menjalani aktivitas di dalam rumah. Melalui dialog antara tubuh, indera dan ruang, mereka mampu menciptakan rasa merumah sebagai bagian dari proses menciptakan estetika ruang yang mereka huni. Tesis ini menggunakan pendekatan fenomenologi eksistensial, yakni menggunakan cara yang khas yaitu lewat kesadaran mendalam dari cara berfikir manusia atas permasalahan yang mereka alami. Tunanetra mengerahkan semua potensi indera yang masih tersisa untuk bisa mengenali ruang dengan baik, memperkuat peta keruangan, dan menikmati rumah yang mereka tinggali. Melalui pengalaman subtil masing-masing diri tunanetra berdasarkan cara mereka meng-ada dalam dunia kehidupan (Lebenswelt), dapat memperoleh pencapaian pemaknaan estetika rumah tinggalnya. Semua penataan elemen diolah dengan sensibilitas terhadap detail penataan ruang dan furnitur (skala, bentuk/jenis/sifat material, jarak peletakan) sehingga turut menciptakan keteraturan (order) yang akan memudahkan mereka bermanuver di dalam rumah. Dengan demikian pembentukan keteraturan (order) menjadi bagian dari proses pencapaian estetika itu sendiri.
This thesis aims to investigate a blind person and interpret the aesthetics of their home. Conditions sensory limitations do not make them weak, but became survive in themselves very useful in carrying out the activities at home. Through the 'dialogue' between the body, the senses and space, they were able to create a 'sense of at home' as part of the process to create the aesthetics of the space they living. This thesis uses an existential phenomenological approach, which uses perspective is through a deep awareness of the human way of thinking to the problems they experience. Visually impaired mobilize all potential remaining senses to recognize the space well, strengthening the spatial map, and enjoy the space they experienced. Through authentic experience of each self visually impaired based on the way they are being in the world of life (Lebenswelt), can obtain the achievement of aesthetic meaning their home. All elements in setting the sensibility to detail the arrangement of space and furniture (scale, shape / type / nature of the material, and proxemics) so that helped create order that will allow them to maneuver inside the house. Thus the establishment of order as the key of the creation of aesthetic.
Kata Kunci : blindness, rationality, order, non-visual aesthetic, multisensory design