Proses Institusionalisasi Corporate Social Responsibility di PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant
OKY SEPTYA BUDIARNI, Danang Arif Darmawan, S.Sos, M.Si
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Kewajiban melaksanakan CSR tertuang dalam Undang-Undang PT No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dengan begitu menjadi sesuatu yang wajib dilakukan perusahaan di Indonesia. Namun salah satu kelemahan dari regulasi pemerintah mengenai CSR adalah mengakibatkan CSR digunakan sebagai alat marketing untuk pencitraan semata sehingga masyarakat tidak bisa menikmati manfaatnya secara maksimal. Kurangnya kapasitas pelembagaan CSR dalam perusahaan (lack of institutional capacity) itu sendiri yang mengakibatkan CSR perusahaan tidak dijalankan dengan maksimal sebagaimana mestinya. Implikasinya, apabila kapasitas pelembagaan CSR di tingkat unit perusahaan lemah, maka akan sangat berpengaruh terhadap keseluruhan kegiatan yang berhubungan untuk mesejahterakan masyarakat. Dengan kata lain, lack of institutional capacity sama dengan rendahnya kualitas tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan melalui program-program pemberdayaan masyarakatnya. Pelaksanaan CSR bagi di PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant sangat penting demi keberlanjutan perusahaan mereka maka tidak dapat dipungkiri bahwa proses institusionalisasi CSR di PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant menjadi begitu mudahnya terinternalisasi hingga ke sendi-sendi perusahaan dengan dukungan dari pimpinan tertinggi, landasan serta tata kelola CSR yang baik, dan aktor/CRO yang aktif. Sehingga pelembagaan CSR di PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant melalui tiga pilar institusionalisasi, yakni pilar regulatif, normatif, dan kognitif sukses terinternalisasi dengan baik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant. Unit analisis penelitian ini adalah adalah para aktor-aktor individual yang terlibat, yakni petinggi atau pembuat keputusan di perusahaan dan karyawan PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
The Obligations of CSR Implementation are stipulated in the Act PT No. 40 Year 2007 on Limited Liability Company thus become something that must be done in Indonesia. But one of the weaknesses from government regulations regarding CSR is that CSR is used as a marketing tool for image branding alone so that people can not enjoy the ultimate benefits. The lack of institutional capacity of CSR in the company itself resulted in the company's CSR which is not executed appropriately. The implication, if the capacity of the institutionalization of CSR at company level units is weak, then it will greatly affect the overall activity related to society welfare. In other words, lack of institutional capacity is equal to the low quality of social responsibility and corporate environment through community empowerment programs. CSR implementation for PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant is essential for the sustainability of their company, it can not be denied that the process of institutionalization of CSR at PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant is so easily internalized to the joints of the company with the support of the supreme leader, as well as a strong foundation and good governance of CSR, and an active actors / CROs. So that the institutionalization of CSR at PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant via the three pillars of institutionalization, ie the pillars of regulative, normative, and cognitive are internalized successfully. This study is using a qualitative research. The research location is in the PT . Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant. This unit analysis of this study are the individual actors that involved, such as the officials or decision-makers in the company and employees of PT . Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant. Data collection techniques that I used were observation, interviews, and documentation study.
Kata Kunci : CSR, institusionalisasi, pilar institusionalisasi, internalisasi, tanggung jawab sosial, Holcim