Kampoeng Spa dan Salon sebagai Alternatif Wisata Kesehatan di Semarang
SILVIA ROSA ASTRI W., Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A
2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTURFenomena kemacetan sudah tidak dapat dihindari lagi terutama di beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya Kota Semarang. Beberapa titik kemacetan sudah tampak di Jatingaleh dan Kaligawe. Kawasan Simpang Lima sebagai pusat Kota Semarang juga berpotensi terjadi kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk. Jalan yang macet bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, salah satunya adalah Traffic Stress Syndrom atau TSS. Saat menemukan kemacetan terkadang seseorang mengalami peningkatan detak jantung, telapak tangan berkeringat hingga kram perut. Kemacetan tidak hanya menyebabkan suasana hati seseorang menjadi buruk, tapi juga bisa merusak kesehatan. Solusi dari masalah tersebut adalah kebutuhan akan relaksasi. Namun, perawatan spa dan salon belum menjadi gaya hidup sehat masyarakat Semarang. Hal tersebut dikarenakan pembangunan spa dan salon di Semarang belum menjamur. Selain itu, pada umumnya spa dan salon di Semarang belum memiliki konsep yang unik dan menarik sehingga dapat memikat banyak konsumen. Indonesia ternyata belum menjadi destinasi wisata SPA dan kesehatan di kawasan Asia Pasifik menurut Executive Summary Global Spa & Wellness 2014. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang memprakarsai konferensi ini bertujuan membangkitkan potensi industri wisata SPA Indonesia yang berorientasi pada pasar global. Oleh karena itu diharapkan Kampoeng Spa & Salon sebagai Alternatif Wisata Kesehatan di Semarang dapat menjadi tujuan relaksasi dan rekreasi bagi warga Semarang dan sekitarnya. Konsep ini menekankan pada fasilitas spa dan salon yang menarik, unik, dan berwawasan lingkungan, dimana memanfaatkan potensi alam semaksimal mungkin. Ruang terbuka dan elemen alam yang mendukung unsur wisata kesehatan tersebut mampu menjadi nilai tambah agar aktivitas di Kampoeng Spa & Salon tidak hanya sebatas perawatan spa saja.
The phenomenon of congestion already unavoidable again especially in some major cities in Indonesia, one of which the city of Semarang. Some point of congestion already looked in Jatingaleh and Kaligawe. The area of Simpang Lima Semarang city centre as well as potentially occurring traffic jams, especially during rush-hour. Roads jammed can affect a person's health condition, one of them is the Traffic Stress Syndrom or TSS. Once you find the jam each time someone experience increased heart rate, sweaty palms to stomach cramps. Not only does congestion cause a person's moods became bad, but could also damage the health. The solution of the problem is the need for relaxation. However, spa treatments and salon is not yet a healthy lifestyle community. That is because the construction of spa and salon in Semarang have not flourished. In addition, the typical spa and salon in Semarang have yet to have a unique and interesting concept so as to lure more consumers. Indonesia hasn't turned out to be a SPA and health tourism destinations in the Asia Pacific region, according to the Executive Summary of the Global Spa & Wellness 2014. Therefore, the Ministry of tourism and the Creative Economy that initiated this Conference aims at evoking the potential tourism industry Indonesia SPA-oriented global markets. Therefore expected Kampoeng Spa Salon as an alternative Tourist & Health in Semarang could become the purpose of relaxation and recreation for the citizens of Semarang and surrounding areas. This concept emphasizes the facilities of spa and salon are interesting, unique, and insightful environment, which utilizes the natural potential to the maximum possible. Open spaces and natural elements that support the health tourist items able to be value-added in order activity in Kampoeng Spa Salon not only as spa treatments only
Kata Kunci : kampoeng,spa,salon,wisata,kesehatan,semarang