Tinjauan Yuridis Klausula Baku Dalam Pengangkutan Udara Antara Penumpang Dengan PT Badak NGL Bontang Selaku Pencharter (Studi Kasus : Perjanjian Pengangkutan Udara Pada Pesawat Pelita Air Services Bontang)
LINDA AMALIA P., Ninik Darmini, S.H., M.Hum.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen khususnya adalah pihak ketiga dengan adanya pencantuman klausula baku pada perjanjiang antara PT Badak NGL selaku pencharter pesawat Pelita Air Services dengan konsumen apabila konsumen dalam penggunaan jasa pengangkutan udara mengalami penundaan atau pembatalan penerbangan dan juga mengetahui upaya hukum yang dapat dilakukan oleh konsumen untuk mendapatkan kerugian yang timbul. Dalam perjanjiannya PT Badak NGL membuat perjanjian secara sepihak dalam bentuk da nisi perjanjian pengangkutan udara dengan konsumen. Isi dari perjanjian tersebut mencantumkan beberapa klausula pengalihan tanggungjawab yang menyebabkan konsumen sulit untuk dapat menerima kerugian apabila konsumen merasa dirinya dirugikan dalam menggunakan jasa pengangkutan udara tersebut. Subjek dari penelitian ini adalah responden dari pihak PT Badak NGL Bontang dan konsumen khususnya adalaj pihak ketiga yang merasa dirugikan menggunakan jasa pengangkutan udara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen tersebut adalah dengan adanya Pasal 18 ayat (1) huruf a Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang telah mengatur pencantuman klausula eksonerasi dalam suatu perjanjian baku.
This undergraduate paper has purposes to know about legal protection given to consumers particulary for third party with an inclusion of standart clause on an agreement between PT Badak NGL as a Pelita Air Service charter and the passengers experiencing delay or flight cancelation damages. On the agreement, PT Badak NGL esrablishes both of the form and the contain uniterally. The contain includes several clause of responsibility diversion causing some effects that if the consumers experience damages in using air transportation services, they hardly receive compensation. The subjects of this undergraduate paper are respondents from PT Badak NGL and consumers, particulary the third party who experiences damages in using air transportation services. In taking sample, it is using purposive sampling, the result presents that the form of legal protection for the consumers is on article 18 (a) of Consumers Protection Law which has managed exoneration clause on a standart agreement.
Kata Kunci : perlindungan konsumen, klausula baku/ consumers protections, standart clause